Inovasi Padi Jajar Legowo: Solusi Ketahanan Pangan Indonesia di Era Tantangan Global
Mentan Andi Amran Sulaiman optimis bahwa inovasi sistem tanam padi Jajar Legowo akan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan Indonesia di tengah perubahan iklim.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pada Minggu, 23 Maret 2023, menyatakan bahwa inovasi sistem tanam padi Jajar Legowo merupakan solusi penting bagi ketahanan pangan Indonesia. Peninjauan langsung dilakukan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi Muara Landbouw, Bogor, Jawa Barat. Inovasi ini dinilai krusial dalam menghadapi tantangan global, terutama perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan beras nasional. Mentan menekankan pentingnya inovasi untuk menghadapi tantangan global dan perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian.
Inovasi Jajar Legowo memungkinkan petani menanam padi hingga empat kali setahun, berbeda dengan sistem konvensional. Hal ini berdampak pada penghematan waktu sekitar dua minggu per siklus tanam karena metode tanam langsung (direct seeding) tanpa pembibitan. Mentan menjelaskan, "Dengan sistem ini, kita bisa menanam minimal tiga kali setahun, bahkan bisa sampai empat kali, karena tanam langsung tanpa pembenihan. Artinya, kita hemat waktu sekitar dua minggu per siklus tanam."
Salah satu teknologi unggulan yang diuji coba adalah sistem tanam direct seeding dengan metode Jajar Legowo. Metode ini dinilai mampu mempercepat siklus tanam dan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Direct seeding, penanaman benih langsung ke tanah tanpa pembibitan, menghemat waktu dan tenaga. Mentan menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam meningkatkan produksi pangan, "Walaupun hari libur, kami tetap turun untuk mengecek percobaan ini. Teknologi baru direct seeding ini bertujuan mengurangi biaya dan mempercepat tanam."
Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi
Teknologi direct seeding Jajar Legowo menawarkan berbagai keuntungan. Petani dapat menghemat waktu dan biaya produksi. Dengan siklus tanam yang lebih cepat, produksi padi dapat dipercepat hingga satu bulan. Sistem ini juga memudahkan mekanisasi pertanian. Hasil panen pun diproyeksikan meningkat signifikan.
Pertumbuhan tanaman yang optimal berpotensi menghasilkan minimal 8 ton per hektare, bahkan hingga 10, 11, atau 12 ton per hektare. Mentan menambahkan, "Kalau pertumbuhan tanamannya sebagus ini, kita bisa mencapai minimal 8 ton per hektare, syukur-syukur bisa sampai 10, 11, atau 12 ton." Selain peningkatan produktivitas, sistem ini juga memaksimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan akses sinar matahari bagi tanaman.
Sistem Jajar Legowo mendukung pertumbuhan padi yang lebih sehat dan kuat. Penerapan teknologi ini akan dilakukan bertahap, terutama pada program cetak sawah dan optimasi lahan. Keberhasilan uji coba akan menentukan perluasan penerapannya untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Mentan menyatakan, "Ini kita terapkan nantinya di daerah - daerah cetak sawah dan Oplah (optimasi lahan) yang saat ini tengah kita kembangkan, kalau ini berhasil, kita akan mulai dari situ."
Transformasi Pertanian Modern
Mentan menekankan pentingnya pengembangan sektor pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Pemerintah akan terus mendorong mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan hasil produksi. Ia menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan produksi pangan, "Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi penuh."
Dengan inovasi dan mekanisasi yang maju, Indonesia semakin optimis dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Pemerintah akan terus mendukung petani melalui berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Mentan menutup dengan pernyataan, "Pemerintah akan terus mendukung petani dengan berbagai program strategis agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik."
Secara keseluruhan, inovasi padi Jajar Legowo menawarkan solusi yang komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi modern dan praktik pertanian yang efisien, Indonesia dapat menghadapi tantangan global dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyatnya.