Kapolri Jamin Keamanan Mahasiswa Saat Bersuara di Ruang Publik
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa yang menyampaikan pendapat di ruang publik, menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib dan aman untuk kemajuan Indonesia.

Jakarta, 27 Februari 2024 - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa ketika mereka menyampaikan pendapat atau bersuara di ruang publik. Pernyataan penting ini disampaikan Kapolri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Kamis lalu, setelah acara penyaluran bantuan sosial (bansos) bersama Panglima TNI dan perwakilan mahasiswa.
Jaminan keamanan ini disampaikan Kapolri menyusul berbagai kegiatan mahasiswa yang kerap menyuarakan aspirasi di ruang publik. Hal ini menunjukkan komitmen Polri untuk melindungi hak konstitusional warga negara, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat. Sigit menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pengontrol jalannya pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kapolri bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyalurkan 161.411 paket bansos secara serentak di seluruh Indonesia, dengan melibatkan 55 elemen mahasiswa dari berbagai daerah. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menandakan kolaborasi positif antara aparat keamanan dan mahasiswa dalam membangun bangsa.
Dukungan Polri Terhadap Kebebasan Berpendapat Mahasiswa
Kapolri menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi mahasiswa yang menyampaikan pendapat di ruang publik. "Selalu kami sampaikan bahwa rekan-rekan tentunya memiliki ruang untuk terus bersuara, memberikan masukan-masukan konstruktif, dan tentunya kami TNI-Polri selalu siap untuk menjaga dan mengawal," ujar Kapolri. Pernyataan ini memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi mahasiswa dalam menjalankan hak konstitusionalnya.
Namun, Kapolri juga menekankan pentingnya penyampaian pendapat dilakukan dengan tertib dan aman. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban umum dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan penyampaian aspirasi yang tertib dan damai, diharapkan dapat tercipta dialog konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah.
Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa penyampaian pendapat yang tertib dan aman merupakan kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pencapaian tujuan nasional, dan terwujudnya Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045. Partisipasi aktif mahasiswa dalam pembangunan nasional sangatlah penting dan perlu dihargai.
Kapolri juga menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara Polri dan mahasiswa. "Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang bergabung, dan mudah-mudahan kolaborasi dan sinergisitas ini terus bisa kita jaga, kita tingkatkan ke depan," harapnya. Hal ini menunjukkan bahwa Polri menghargai peran aktif mahasiswa dalam pembangunan nasional.
Kolaborasi Positif Mahasiswa dan Aparat
Keterlibatan 55 elemen mahasiswa dari berbagai daerah dalam kegiatan penyaluran bansos menunjukkan kolaborasi positif antara mahasiswa dan aparat keamanan. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara berbagai elemen masyarakat dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini bukan hanya sekedar membantu penyaluran bansos, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka dalam membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa mendatang.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa. Hal ini merupakan hal yang positif dan perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Dengan adanya jaminan keamanan dari Kapolri, diharapkan mahasiswa dapat lebih leluasa menyampaikan aspirasi dan kritiknya kepada pemerintah. Namun, tetap penting untuk diingat bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib dan damai, agar tidak mengganggu ketertiban umum.
Semoga kolaborasi positif antara mahasiswa dan aparat keamanan ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi elemen masyarakat lainnya dalam membangun Indonesia yang lebih baik.