Masjid Negara IKN Belum Siap untuk Shalat Idul Fitri 1444 H
Masjid Negara IKN baru mencapai 54,3 persen penyelesaian pembangunan dan belum dapat digunakan untuk Shalat Idul Fitri 1444 H karena kendala teknis dan aksesibilitas.

Pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, baru mencapai 54,3 persen. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, pada Minggu lalu. Akibatnya, masjid megah tersebut belum dapat digunakan untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1444 H.
Menurut Troy Pantouw, pengerjaan struktur atap dan menara masjid masih berlangsung. Kesiapan akses jalan menuju masjid juga masih perlu penyempurnaan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah. Oleh karena itu, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Negara IKN terpaksa ditunda.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyelesaian pembangunan Masjid Negara IKN pada triwulan keempat tahun 2025. Kontrak pembangunan masjid pun telah diperpanjang. "Jadi pada triwulan keempat tahun ini, Masjid Negara IKN baru bisa difungsikan untuk ibadah," jelas Troy Pantouw.
Kendala Teknis dan Aksesibilitas
Troy Pantouw menambahkan bahwa pertimbangan faktor teknis dan aksesibilitas yang masih memerlukan penyempurnaan menjadi alasan utama penundaan penggunaan Masjid Negara IKN untuk Shalat Idul Fitri. Pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung dan akses jalan yang belum sempurna berpotensi membahayakan jamaah.
Meskipun pembangunan belum rampung, Otorita IKN tetap berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekitar. Direktur Pelayanan Dasar OIKN, Suwito, menjelaskan bahwa sepanjang bulan Ramadhan, OIKN mengadakan Safari Ramadhan. Kegiatan ini berupa buka puasa bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di wilayah IKN.
Safari Ramadhan dilaksanakan di sejumlah masjid di Kecamatan Sepaku. Kegiatan ini juga melibatkan pekerja di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN. Tujuannya adalah untuk memperkuat silaturahmi dan mengisi bulan Ramadhan di Kota Nusantara.
Suwito menekankan pentingnya kolaborasi antara OIKN dan masyarakat. "Kami ingin OIKN selalu turun ke masyarakat, karena pembangunan IKN akan lebih cepat terwujud apabila disertai peran serta dari masyarakat," ujarnya.
Target Penyelesaian dan Persiapan Ibadah
Meskipun Shalat Idul Fitri 1444 H tidak dapat dilaksanakan di Masjid Negara IKN, pihak OIKN memastikan bahwa pembangunan masjid terus dikebut. Target penyelesaian pembangunan di triwulan keempat tahun 2025 diharapkan dapat tercapai. Setelah rampung, masjid ini akan menjadi pusat ibadah dan kebanggaan bagi masyarakat IKN.
Sementara itu, untuk pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, masyarakat sekitar dapat memanfaatkan masjid-masjid lain yang telah tersedia di Kecamatan Sepaku. OIKN juga terus berupaya meningkatkan aksesibilitas dan infrastruktur di sekitar IKN untuk mendukung kenyamanan masyarakat.
Pembangunan Masjid Negara IKN merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu dan perencanaan matang. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah, sehingga pembangunan diselesaikan dengan kualitas terbaik.
Dengan demikian, penundaan penggunaan Masjid Negara IKN untuk Shalat Idul Fitri 1444 H merupakan keputusan yang tepat untuk menghindari risiko dan memastikan kelancaran proses pembangunan.