Mayoritas Rakyat Puas Program MBG, Kata Haidar Alwi
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, menyatakan mayoritas rakyat puas dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan survei Litbang Kompas, meskipun ada aksi unjuk rasa yang memprotes efisiensi anggaran program tersebut.

Jakarta, 18 Februari 2024 - Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, baru-baru ini memberikan tanggapan terkait aksi unjuk rasa "Indonesia Gelap" di Jakarta. Aksi tersebut menyoroti efisiensi anggaran pemerintah, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Haidar Alwi menekankan bahwa hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap MBG cukup tinggi.
Survei Litbang Kompas: Angka Kepuasan Publik terhadap MBG
Menurut Haidar Alwi, survei Litbang Kompas, lembaga survei yang dikenal independen, menunjukkan hasil yang mengejutkan. Sebanyak 66,8 persen responden menyatakan puas dengan program MBG. Angka ini cukup signifikan, terutama mengingat program masih dalam tahap awal implementasi. Hanya 23,2 persen responden yang menyatakan tidak puas dengan program tersebut. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai program MBG bermanfaat.
Manfaat MBG bagi Siswa
Haidar Alwi menjelaskan bahwa meskipun sebagian pihak mungkin menganggap sepele program MBG, kenyataannya program ini memberikan dampak positif yang signifikan, terutama bagi siswa. Ia berpendapat bahwa mustahil bagi siswa untuk berkonsentrasi belajar dalam kondisi perut kosong dan kekurangan gizi. Program MBG membantu memastikan siswa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung proses belajar mereka. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Efisiensi Anggaran: Fokus pada Administrasi, Bukan Kualitas Pendidikan
Terkait efisiensi anggaran yang menjadi sorotan dalam aksi unjuk rasa, Haidar Alwi meyakini pemerintah telah bertindak selektif dan hati-hati. Ia menjelaskan bahwa pemotongan anggaran difokuskan pada pos-pos administratif dan seremonial, seperti perjalanan dinas, studi banding, dan seminar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Program-program penting seperti beasiswa, dana BOS, KIP Kuliah, dan tunjangan sertifikasi guru tetap aman dan tidak terdampak pemotongan anggaran.
Tanggapan Terhadap Kritik dan Saran Perbaikan
Meskipun demikian, Haidar Alwi memahami kekhawatiran mahasiswa dan pelajar yang menyampaikan aspirasinya. Ia menekankan bahwa kritik dan masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan program MBG agar lebih efektif dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan pemimpin yang terbuka terhadap kritik konstruktif yang didukung data dan fakta.
Kesimpulan
Kesimpulannya, meskipun terdapat aksi unjuk rasa yang mempertanyakan efisiensi anggaran program MBG, data survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap program tersebut. Haidar Alwi menekankan pentingnya program MBG dalam menunjang kualitas pendidikan dan meyakini bahwa pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran secara selektif tanpa mengorbankan program-program penting. Kritik dan masukan dari masyarakat tetap penting sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.