NasDem Tolak Jabatan Kabinet: Surya Paloh Tegaskan Budaya Malu dan Komitmen Politik
Partai NasDem menyatakan tidak bergabung dalam Kabinet Merah Putih karena alasan moral dan komitmen politik, meskipun sempat ditawari posisi, hal ini ditegaskan oleh Surya Paloh.

Denpasar, 3 April 2024 (ANTARA) - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran kadernya dalam Kabinet Merah Putih. Dalam sebuah pernyataan di Denpasar, Bali, beliau menekankan bahwa keputusan ini dilandasi oleh kesadaran diri dan prinsip moralitas politik.
Surya Paloh menjelaskan, "Kenapa kami tidak ada dalam kabinet rezim Prabowo-Gibran? Karena kami tahu diri, ada budaya malulah bagi kami." Pernyataan ini menegaskan komitmen NasDem yang tidak mengusung pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Beliau menambahkan bahwa ketiadaan kader NasDem dalam kabinet merupakan konsekuensi logis dari pilihan politik tersebut.
Lebih lanjut, Surya Paloh menyatakan bahwa Partai NasDem memahami sepenuhnya bahwa keterlibatan dalam kabinet tidaklah pantas mengingat kontribusi partai dalam pemerintahan yang baru terbentuk ini relatif terbatas. Hal ini tidak berarti NasDem bersikap oposisi. Sebaliknya, partai tetap berkomitmen mendukung pemerintahan, meskipun dengan peran yang lebih terbatas.
Alasan Penolakan Jabatan Kabinet
Surya Paloh menegaskan bahwa keputusan Partai NasDem untuk tidak bergabung dalam kabinet bukanlah bentuk penolakan atau ketidaksukaan terhadap pemerintahan. Beliau menekankan pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai moralitas dan esensi perubahan yang diperjuangkan oleh partai. "Bukan berarti kami anti, kami tidak suka, melainkan komitmen nilai-nilai moralitas, esensi perubahan kami perjuangkan, perilaku sikap kami buktikan, saya mau pikiran-pikiran ini terus berlanjut," tegas Surya Paloh.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Partai NasDem sebenarnya sempat ditawari beberapa posisi dalam kabinet. Namun, tawaran tersebut ditolak sebagai bentuk pembuktian bahwa tidak semua partai politik di Indonesia terobsesi dengan kekuasaan. Keputusan ini menunjukkan komitmen NasDem terhadap prinsip-prinsip moral dan etika politik.
Surya Paloh juga menyampaikan bahwa posisi Partai NasDem saat ini ibarat mata uang yang memiliki dua sisi. Dalam konteks ekonomi misalnya, partai akan mendukung kebijakan pemerintah jika stabilitas ekonomi baik. Namun, jika stabilitas ekonomi terganggu, NasDem akan tetap waspada dan turut memberikan masukan.
Dukungan Terbatas, Namun Tetap Berkontribusi
Meskipun tidak berada dalam kabinet, Surya Paloh memastikan bahwa Partai NasDem tetap akan memberikan dukungan dan kontribusi bagi pemerintahan. Beliau berharap masyarakat tidak salah mengartikan ketiadaan kader NasDem dalam kabinet sebagai bentuk penolakan atau pertentangan. Sebaliknya, NasDem ingin berperan sebagai mitra yang memberikan pencerahan dan berbagi ilmu pendidikan politik.
Dengan demikian, Partai NasDem memilih untuk menjaga integritas dan konsistensi politiknya, meskipun hal ini berarti tidak mendapatkan posisi dalam kabinet. Sikap ini menunjukkan komitmen partai terhadap nilai-nilai moral dan etika politik yang diyakini.
Sikap Partai NasDem ini menjadi contoh bagaimana sebuah partai politik dapat tetap berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, meskipun tidak berada dalam pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi politik tidak selalu diukur dari jumlah kursi atau jabatan dalam kabinet.
Ke depannya, Partai NasDem akan terus mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara. Komitmen ini akan dijalankan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip moral dan etika politik yang telah dipegang teguh oleh partai.