Optimisme Pemerintah RI: Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Berlanjut
Menteri Perdagangan RI optimis perekonomian dan perdagangan Indonesia akan terus tumbuh, ditopang surplus perdagangan selama 56 bulan berturut-turut dan berbagai program pemerintah untuk mendorong UMKM ekspor serta mengamankan pasar domestik.

Jakarta, 18 Februari 2024 - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyampaikan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional yang berkelanjutan. Optimisme ini didasari oleh surplus perdagangan Indonesia selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Prestasi ini sungguh mengesankan, terlebih di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan multidimensi.
Mengamankan Pasar Domestik dan Mendorong Ekspor
Dalam sebuah pertemuan CEO yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Senin lalu, Menteri Santoso mengajak pelaku bisnis untuk mendukung program-program Kementerian Perdagangan. Program-program tersebut difokuskan pada tiga pilar utama: mengamankan pasar domestik, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.
Untuk mengamankan pasar domestik, Kementerian Perdagangan tengah merumuskan kebijakan ekspor dan impor yang protektif. Kebijakan ini bertujuan menciptakan iklim usaha domestik yang kondusif, menarik investor asing, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, dan melindungi industri domestik. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi pelaku usaha lokal.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya keras untuk memperluas pasar ekspor. Strategi yang dijalankan meliputi membuka akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan melalui negosiasi perjanjian perdagangan. Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan 19 perjanjian perdagangan, menandatangani atau meratifikasi 10 perjanjian lainnya, sedang dalam proses negosiasi 16 perjanjian, dan memproses enam perjanjian di luar Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).
Penguatan UMKM Ekspor
Pemerintah juga serius dalam meningkatkan jumlah UMKM yang berorientasi ekspor. Berbagai inisiatif telah dilakukan Kementerian Perdagangan untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar ekspor UMKM. Salah satu upaya nyata adalah melalui program business matching yang telah menghasilkan transaksi senilai USD 5,22 juta pada Januari 2025. Setidaknya 72 acara business matching telah diselenggarakan, memfasilitasi pertemuan antara UMKM dengan calon pembeli internasional.
Kementerian Perdagangan juga aktif membantu UMKM dalam melakukan ekspor, mulai dari pendampingan hingga fasilitasi akses pasar internasional. Dukungan ini sangat krusial bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan daya saingnya di pasar global. Dengan demikian, UMKM dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Kesimpulan
Surplus perdagangan selama 56 bulan berturut-turut menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi Indonesia. Komitmen pemerintah untuk mengamankan pasar domestik, memperluas pasar ekspor, dan memberdayakan UMKM menjadi kunci keberhasilan ini. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Indonesia optimis dapat terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di masa depan, meskipun tantangan global semakin kompleks.