Pemkab Badung Pantau Efektivitas TPS3R: Akselerasi Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat
Pemkab Badung, Bali, memantau efektivitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk evaluasi teknologi dan akselerasi pengelolaan sampah, serta pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, gencar melakukan pemantauan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan sampah. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dalam keterangannya di Mangupura, Kamis (27/2), menyatakan bahwa pemantauan ini menjadi acuan penting dalam mengevaluasi teknologi pengolahan sampah dan percepatan penanganan masalah sampah di Badung. Peninjauan langsung dilakukan ke beberapa TPS3R, termasuk TPS Pecatu, TPS Panca Lestari di Tanjung Benoa, dan TPS Kedonganan.
Pemkab Badung berkomitmen untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan peran serta masyarakat dalam sistem ekonomi sirkular. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan pengelolaan sampah berbasis TPS 3R.
"Ini merupakan bahan acuan dalam mengevaluasi efektivitas teknologi pengolahan sampah dan akselerasi dalam penanganan sampah," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Suksesnya TPS3R Panca Lestari Tanjung Benoa: Contoh Implementasi Ekonomi Sirkular
Salah satu TPS3R yang menjadi fokus pemantauan adalah TPS Panca Lestari di Tanjung Benoa. Di lokasi ini, Pemkab Badung menemukan contoh nyata partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi, serta sektor rumah tangga, hotel, restoran, dan villa, semuanya terlibat aktif. Mereka mengelola 47 jenis sampah melalui bank sampah, menunjukkan komitmen nyata terhadap pengelolaan lingkungan.
Keberhasilan TPS Panca Lestari juga ditunjang oleh teknologi incinerator berbahan bakar kayu. Mesin ini mampu mengolah sampah dengan residu minimal, bahkan mendekati nol limbah. Teknologi ini dinilai ramah lingkungan karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan bebas emisi asap, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1 ton sampah per jam.
Bupati Adi Arnawa melihat potensi besar dari teknologi ini. "Jika sistem ini direplikasi di seluruh desa di Badung, ketergantungan pada TPA Suwung Denpasar dapat ditekan secara signifikan," ujarnya.
Tanjung Benoa: Desa Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Desa Tanjung Benoa mendapat sorotan khusus dari Bupati Adi Arnawa karena dinilai sebagai contoh ideal integrasi teknologi pengolahan sampah dengan pemberdayaan masyarakat. Desa ini tidak hanya berhasil dalam upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warganya melalui inovasi pengelolaan sampah.
Model pengelolaan sampah di Tanjung Benoa diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Badung. "Saya ingin seluruh desa di Badung menjadikan ini sebagai percontohan," ungkap Bupati Adi Arnawa. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Badung untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, teknologi tepat guna, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kesimpulan
Pemantauan TPS3R oleh Pemkab Badung menunjukkan upaya serius dalam mengelola sampah dan memberdayakan masyarakat. Suksesnya TPS Panca Lestari di Tanjung Benoa menjadi contoh nyata bagaimana integrasi teknologi dan partisipasi masyarakat dapat menghasilkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Replikasi model ini di seluruh desa di Badung diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.