Pengungkapan Kasus Penggelapan 15 Ton Beras Premium di Jakarta Barat
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus penggelapan 15 ton beras premium yang dikirim dari Palembang ke Jakarta, dengan tersangka AD yang telah menjual beras tersebut di Pasar Induk Beras Cipinang.

Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan 15 ton beras premium. Beras tersebut awalnya hendak dikirim dari Palembang, Sumatera Selatan, menuju Tangerang, Banten, namun justru dialihkan dan dijual di Jakarta.
Kasus ini terungkap berkat laporan Bambang Irawan, seorang pengusaha asal Palembang yang menjadi korban. Tersangka, AD (34) asal Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, telah memanipulasi tujuan pengiriman beras dan menjualnya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Kejadian ini bermula pada Jumat, 24 Januari 2024, ketika Bambang Irawan mengirim 15 ton beras premium melalui jasa ekspedisi yang dikelola Sriwati. AD, yang dihubungi Sriwati, menyanggupi pengiriman tersebut, namun dengan rencana jahat yang telah disusunnya.
Modus yang dilakukan AD cukup licik. Ia menghubungi sopir truk, Rizky, dan memerintahkannya untuk mengalihkan tujuan pengiriman dari Tangerang ke Jelambar, Jakarta Barat. Pada Sabtu, 25 Januari 2024, AD mengawal truk tersebut hingga ke Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan langsung menurunkan seluruh muatan beras. Pada malam harinya, AD menyewa kendaraan lain untuk mengangkut beras curian tersebut ke Pasar Induk Beras Cipinang dan menjualnya.
Kronologi Penggelapan Beras Premium
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyhadi, menjelaskan kronologi kejadian dalam jumpa pers pada Rabu. Korban, Bambang Irawan, menyadari adanya kejanggalan karena berasnya tak kunjung sampai di Tangerang. Upaya menghubungi AD juga gagal, sehingga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Barat pada Sabtu, 25 Februari 2024. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap AD di Kampung Jaha Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 12 Februari 2024.
Korban mengalami kerugian sekitar Rp180 juta. Polisi saat ini masih menyelidiki kemungkinan pengembalian kerugian tersebut, mengingat sebagian uang hasil penjualan beras telah digunakan oleh korban. Meskipun demikian, proses hukum tetap berjalan. AD disangkakan dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.
Proses hukum terhadap AD masih berlanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keadilan bagi korban. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha untuk selalu berhati-hati dalam memilih jasa pengiriman dan memastikan keamanan barang yang dikirim.
Berikut poin-poin penting dalam kasus ini:
- Penggelapan 15 ton beras premium dari Palembang ke Jakarta.
- Tersangka AD memanipulasi tujuan pengiriman dan menjual beras di Pasar Induk Beras Cipinang.
- Korban mengalami kerugian sebesar Rp180 juta.
- Tersangka terancam hukuman empat tahun penjara.
- Polisi masih menyelidiki kemungkinan pengembalian kerugian korban.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih waspada terhadap potensi penipuan dan penggelapan dalam proses pengiriman barang. Pentingnya verifikasi dan pemantauan pengiriman barang secara ketat perlu diperhatikan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dengan adil dan memberikan efek jera bagi pelaku.