PGN Catat Kinerja Positif di 2024: Optimalisasi Infrastruktur dan Keuangan Jadi Kunci
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan kinerja positif pada tahun 2024, ditopang oleh optimalisasi infrastruktur gas bumi dan strategi keuangan yang efisien, menghasilkan pendapatan US$3,8 miliar.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil menorehkan kinerja positif pada tahun 2024. Hal ini diraih melalui strategi jitu yang berfokus pada penguatan operasional dan optimalisasi pengelolaan keuangan. Kinerja positif ini ditandai dengan peningkatan pendapatan signifikan dan efisiensi biaya yang berhasil ditekan.
Direktur Utama PGN, Arief S Handoko, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi. Langkah ini memastikan keandalan pasokan energi nasional dan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. "Strategi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan keuangan yang positif di tengah dinamika industri energi," ujar Arief dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Peningkatan kinerja PGN juga didukung oleh berbagai faktor, termasuk optimalisasi aset, peningkatan volume gas yang disalurkan, dan ekspansi ke pasar internasional. Strategi ini terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Optimalisasi Infrastruktur Gas Bumi
Salah satu kunci keberhasilan PGN adalah optimalisasi Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung. FSRU ini kini melayani berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik. Kontrak terminal usage agreement (TUA) meningkat signifikan, mencapai 72 BBTUD pada tahun 2024, naik 33 persen dibandingkan tahun 2023 (54 BBTUD). Peningkatan ini berdampak positif pada keandalan pasokan gas untuk pembangkit listrik.
Di sektor transmisi, volume gas yang disalurkan mencapai angka yang mengesankan, yaitu 1.543 MMSCFD. Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain kenaikan volume gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui pipa Gresik-Semarang (meningkat 48 persen, dari 88 MMSCFD menjadi 130 MMSCFD), beroperasinya pipa transmisi Senipah-Balikpapan (30 MMSCFD), peningkatan penyaluran gas domestik melalui pipa Grissik-Duri dan Grissik-Batam (29 MMSCFD), serta beroperasinya fasilitas jasa mercury removal unit (MRU).
Volume niaga gas PGN pada 2024 tercatat sebesar 852 BBTUD. Arief Handoko menekankan bahwa pemanfaatan infrastruktur yang optimal menjadi kunci utama dalam menopang pertumbuhan bisnis dan keuangan perusahaan. "Kami memahami bahwa infrastruktur gas bumi adalah tulang punggung ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, pengembangan dan utilisasi infrastruktur gas bumi akan terus menjadi prioritas kami," tegasnya.
Optimalisasi Keuangan dan Efisiensi Biaya
Selain fokus pada penguatan operasional, PGN juga menerapkan strategi optimalisasi keuangan. Strategi ini meliputi efisiensi biaya dan pengelolaan kas yang lebih disiplin. Hasilnya, arus kas operasi PGN meningkat 9 persen pada tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi pendapatan dan inisiatif efisiensi yang diterapkan perusahaan.
PGN juga berhasil menekan beban keuangan hingga 23 persen. Hal ini dicapai melalui strategi pembiayaan yang lebih efisien, seperti mengoptimalkan dana internal dan melakukan pelunasan obligasi. Langkah ini berkontribusi pada penurunan liabilitas jangka pendek sebesar 327,9 juta dolar AS (turun 22 persen).
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar 3,8 miliar dolar AS pada tahun 2024. Pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan bisnis trading LNG internasional dan peningkatan pendapatan dari transmisi gas serta regasifikasi. Perdagangan LNG internasional, yang baru dimulai tahun ini dengan volume 60 BBTUD ke pasar Tiongkok, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan.
Pencapaian dan Prospek PGN
Berkat peningkatan kontribusi dari berbagai segmen bisnis dan optimalisasi keuangan, PGN mencatatkan laba operasi sebesar 522,7 juta dolar AS dan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk sebesar 339,4 juta dolar AS. Arief Handoko menyatakan optimisme PGN untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pelanggan serta pemangku kepentingan. "Dengan strategi ekspansi bisnis PGN Grup yang terarah serta efisiensi dan optimasi dana, PGN optimis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi pelanggan dan pemangku kepentingan," tutup Arief.
Secara keseluruhan, kinerja positif PGN di tahun 2024 menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola bisnis di tengah dinamika industri energi. Strategi yang terintegrasi, yang mencakup penguatan operasional dan optimalisasi keuangan, menjadi kunci keberhasilan PGN dalam mencapai target dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.