PLTA Koto Panjang Turunkan Tinggi Bukaan Pintu Pelimpah, Waspada di Hulu Sungai Kampar!
PLTA Koto Panjang di Kampar, Riau menurunkan tinggi bukaan pintu pelimpahnya setelah intensitas hujan menurun, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi perubahan debit air Sungai Kampar.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, menurunkan tinggi bukaan pintu pelimpah waduknya pada Selasa (4/2) pukul 14.00 WIB. Penurunan ini dilakukan oleh pihak manajemen PLTA Koto Panjang, dipimpin oleh Manager Dhani Irwansyah, karena intensitas hujan di hulu Sungai Kampar menurun dan debit air berkurang sekitar 1000 meter kubik per detik. Penurunan tinggi bukaan pintu pelimpah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi dampak perubahan debit air di hilir waduk. Langkah ini diambil setelah sebelumnya pintu-pintu pelimpah dibuka lebih tinggi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis (27/2).
Penurunan tinggi bukaan pintu pelimpah ini merupakan respons terhadap perubahan kondisi cuaca dan debit air di waduk. Sebelumnya, lima pintu pelimpah dibuka setinggi 120 cm untuk mengantisipasi luapan air akibat hujan deras. Dengan penurunan ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko banjir di daerah hilir Sungai Kampar.
Meskipun demikian, pihak PLTA Koto Panjang tetap mengimbau masyarakat di sekitar aliran Sungai Kampar untuk tetap waspada dan berhati-hati. Perubahan debit air, meskipun telah diturunkan, masih berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat di sekitar aliran sungai.
Penurunan Tinggi Bukaan Pintu Pelimpah PLTA Koto Panjang
Pengurangan tinggi bukaan pintu pelimpah dilakukan setelah dilakukan evaluasi oleh tim koordinasi pengoperasian bendungan PLTA Koto Panjang. Lima pintu pelimpah yang sebelumnya dibuka setinggi 120 cm, kini diturunkan menjadi 70 cm. Penurunan ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan permukaan air Sungai Kampar sekitar 20-40 cm.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan data debit air yang menunjukkan penurunan signifikan. "Berdasarkan hasil pembahasan tim koordinasi pengoperasian bendungan PLTA Koto Panjang, maka kami informasikan pengurangan tinggi bukaan pintu pelimpah air waduk," jelas Dhani dalam pernyataannya.
Pihak PLTA juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Meskipun debit air telah menurun, potensi perubahan debit air tetap perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar aliran Sungai Kampar.
Sebelumnya, pembukaan pintu pelimpah dilakukan secara bertahap sejak Kamis (27/2) pukul 15.00 WIB sebagai respons terhadap peningkatan debit air akibat hujan lebat di hulu. Hal ini menyebabkan beberapa kecamatan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang terdampak banjir.
Imbauan Waspada Bagi Masyarakat Sekitar Sungai Kampar
Meskipun tinggi bukaan pintu pelimpah telah diturunkan, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan debit air Sungai Kampar. Perubahan debit air yang signifikan dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar sungai, terutama di daerah hilir waduk PLTA Koto Panjang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, Edy Afrizal, sebelumnya telah menyatakan bahwa banjir di Kampar juga dipengaruhi oleh pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang. "Sejumlah kecamatan di sekitar waduk PLTA itu terdampak makin parah," ujarnya.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini terkait kondisi debit air Sungai Kampar dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak potensial dari perubahan debit air.
Dengan adanya penurunan tinggi bukaan pintu pelimpah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di daerah hilir. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika cuaca dan debit air yang masih mungkin berubah.
Informasi ini penting untuk diketahui oleh masyarakat di sekitar Sungai Kampar agar dapat melakukan antisipasi dan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Kesimpulan
Penurunan tinggi bukaan pintu pelimpah PLTA Koto Panjang merupakan langkah antisipatif terhadap penurunan debit air Sungai Kampar. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, serta selalu memantau informasi terkini terkait kondisi debit air sungai.