Prilly Latuconsina: Petualangan Menarik Mengejar Lumba-Lumba di Kaimana
Aktris Prilly Latuconsina berbagi pengalaman seru saat syuting dokumenter di Kaimana, Papua Barat, termasuk momen menegangkan mengejar lumba-lumba dan tantangan bertahan hidup di alam liar.

Aktris Prilly Latuconsina baru-baru ini membagikan pengalaman tak terlupakan selama proses syuting video dokumenter di Kaimana, Papua Barat. Prilly, yang juga ditunjuk sebagai Kawan Hiu Paus, menceritakan bagaimana ia hampir terpisah dari tim penyelam saat bersemangat merekam lumba-lumba di Teluk Bicari. Kejadian ini terjadi karena jarak pandang yang terbatas, hanya sekitar lima meter, memaksanya untuk berenang mengikuti lumba-lumba yang bergerak cepat sambil memegang kamera.
Semangat Prilly untuk mendapatkan footage terbaik nyaris berujung bahaya. Air laut yang berwarna biru di Kaimana membuat visibilitas terbatas, sehingga ia berisiko terpisah dari tim penyelam. Untungnya, salah satu penyelam menyadari potensi bahaya ini dan segera bertindak. "Dia sudah melihat, wah Prilly kalau sudah berenang ikuti lumba-lumba, kalau enggak diikuti bakal hilang," ungkap Prilly menceritakan pengalaman tersebut.
Untuk mencegah kejadian serupa, Prilly dan penyelam pendampingnya memutuskan untuk tetap di lokasi dan menggunakan kentongan untuk memberi sinyal kepada tim penyelam lainnya. Pengalaman ini menyadarkan Prilly akan pentingnya persiapan dan kewaspadaan saat beraktivitas di alam liar, terutama di perairan.
Tantangan dan Keindahan Alam Kaimana
Prilly, yang telah memiliki lisensi penyelam penyelamat, mengakui bahwa ia telah mempelajari teknik penyelamatan di perairan. Namun, ia menekankan bahwa tantangan di alam liar jauh lebih kompleks karena ketidakpastian kondisi alam. "Jadi kita tahu kalau kita pisah dari rombongan itu bagaimana, tantangannya kalau di alam ya, benar-benar kita enggak bisa baca alam itu seperti apa," jelasnya.
Selain tantangan di laut, Prilly juga berbagi pengalaman unik lainnya selama berada di Kaimana. Ia menceritakan bagaimana ia harus menggali lubang untuk buang air di hutan dan membersihkan diri dengan air laut. "Itu jadi pengalaman yang luar biasa banget sih," katanya. Ia juga menambahkan bahwa bangun pagi pukul 04.00 WIB merupakan rutinitas untuk menyaksikan keindahan burung-burung di Kaimana.
Prilly mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam bawah laut Kaimana dan keunikan spesies hewan di hutannya. Pengalaman ini bukan hanya sekadar syuting, tetapi juga pembelajaran berharga tentang alam dan pentingnya konservasi.
Lebih dari sekadar keindahan alam bawah laut, Prilly juga menemukan pesona lain di Kaimana. Ia menggambarkan bagaimana ia harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar, termasuk menggali lubang untuk buang air besar di hutan dan membersihkan diri menggunakan air laut. "Bangun harus jam 04.00 pagi untuk kita dapat melihat burung," tambahnya, menggambarkan betapa kayanya ekosistem Kaimana.
Keindahan alam Kaimana tidak hanya terbatas pada laut. Prilly juga menyoroti kekayaan hayati di hutannya, dengan spesies-spesies hewan unik yang menambah kekayaan biodiversitas daerah tersebut. Pengalaman ini menjadi bukti betapa berharganya upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia.
Pesan Prilly Latuconsina
Melalui pengalamannya di Kaimana, Prilly Latuconsina ingin menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Keindahan alam Kaimana, baik di darat maupun di laut, harus dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Petualangannya di Kaimana tidak hanya memberikan pengalaman tak terlupakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam.
Prilly Latuconsina, dengan pengalamannya yang luar biasa ini, mengajak kita semua untuk lebih menghargai dan melestarikan keindahan alam Indonesia. Semoga kisah petualangannya ini menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.