Renungan Suci Prabowo dan Jokowi: Beda Gaya, Sama Makna Penghormatan Pahlawan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi memiliki gaya berbeda dalam tradisi Renungan Suci HUT Kemerdekaan RI. Bagaimana perbedaannya dan apa maknanya?

Jakarta, 17 Agustus – Tradisi Upacara Malam Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 menunjukkan perbedaan gaya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Perbedaan ini terlihat jelas dalam pelaksanaan prosesi yang sarat makna tersebut.
Presiden Prabowo memilih pendekatan yang lebih ringkas dan langsung dalam penghormatan kepada arwah pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Sementara itu, Presiden Jokowi tetap mempertahankan nuansa formal dan penuh simbol kenegaraan saat memimpin upacara serupa di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam format dan durasi, kedua pemimpin negara ini sepakat bahwa Renungan Suci merupakan bentuk penghormatan tertinggi bangsa Indonesia kepada para pahlawan. Tradisi ini bertujuan untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka yang telah gugur demi kemerdekaan serta kedaulatan bangsa.
Gaya Prabowo: Ringkas dan Langsung
Dalam prosesi Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci yang digelar di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Presiden Prabowo Subianto tiba tepat pukul 00.00 WIB. Acara ini langsung dirangkai dengan peletakan karangan bunga di bawah patung Burung Garuda, Monumen Pahlawan Nasional TMP Kalibata.
Presiden Prabowo kemudian mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta. "Saudara-saudara sekalian marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa para pahlawan kita, mereka yang telah berkorban untuk kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta mulai," ucap Presiden Prabowo.
Rangkaian upacara yang berlangsung kurang dari 10 menit ini diakhiri dengan laporan komandan pasukan. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan anggota Kabinet Merah Putih yang kompak mengenakan seragam PSL berwarna gelap serta kopiah.
Tradisi Jokowi: Formal dan Terstruktur
Pada tradisi yang sama di HUT ke-79 Kemerdekaan RI 2024, Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang digelar di Taman Kusuma Bangsa Ibu Kota Nusantara (IKN). Prosesi ini berlangsung selama lebih dari 15 menit, menunjukkan format yang lebih panjang dan detail.
Presiden Jokowi membacakan naskah apel kehormatan yang berisi pernyataan hormat kepada arwah para pahlawan, ikrar untuk melanjutkan perjuangan, dan doa agar pengorbanan para pejuang diterima Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini berlangsung dengan susunan lengkap, meliputi penghormatan senjata, tiupan terompet, pembacaan doa oleh Menteri Agama, hingga laporan komandan upacara.
Makna yang Sama, Lokasi Berbeda
Tahun sebelumnya, prosesi Renungan Suci melibatkan Presiden dan Wakil Presiden yang digelar di dua lokasi berbeda. Presiden Jokowi memimpin di IKN, sementara Wakil Presiden saat itu, KH Ma'ruf Amin, memimpin di TMP Kalibata dengan tradisi yang serupa.
Dalam pembacaan naskah resminya tahun lalu, Ma'ruf Amin menginformasikan bahwa total jasad yang dimakamkan di TMP Kalibata mencapai 10.350 pahlawan. Jumlah ini terdiri atas personel TNI dan Polri sebanyak 9.301 pahlawan, Badan Perjuangan 930 pahlawan, tokoh nasional 76 pahlawan, dan 43 pahlawan tidak dikenal.
Kendati berbeda format dan lokasi pelaksanaan, baik Presiden Prabowo maupun Presiden Jokowi tetap memaknai Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan tertinggi bangsa ini. Ini adalah wujud apresiasi mendalam kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kemerdekaan Indonesia.