Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah
Ribuan masyarakat Kalimantan Tengah telah mudik melalui Pelabuhan Sampit menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menjelang Lebaran 2025, dengan KM Ferry VI menjadi keberangkatan terakhir sebelum hari raya.

Sampit, Kalimantan Tengah, 29 Maret 2025 - Ribuan masyarakat Kalimantan Tengah telah melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut dari Pelabuhan Sampit menjelang perayaan Lebaran 2025. Data Posko Angkutan Laut Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit mencatat angka yang signifikan, memberikan gambaran arus mudik yang ramai. Keberangkatan terakhir sebelum Lebaran pun telah dilakukan, menandai puncak arus mudik melalui pelabuhan ini.
Dari tanggal 21 Maret 2025 hingga 29 Maret 2025, tercatat 7.310 penumpang telah berangkat dari Pelabuhan Sampit. Sementara itu, sekitar 2.000 penumpang telah tiba di Sampit. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Proses keberangkatan dan kedatangan penumpang dilaporkan berjalan lancar dan aman, berkat kerja keras petugas posko dan seluruh pihak terkait.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, menyatakan bahwa "Aktivitas pemudik di Pelabuhan Sampit berjalan lancar dan aman terkendali." Pernyataan ini menunjukkan kesuksesan penyelenggaraan posko dalam memastikan kelancaran arus mudik. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para pemudik yang ingin merasakan perjalanan mudik yang nyaman dan aman.
Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit
KM Ferry VI milik PT Dharma Lautan Utama menjadi keberangkatan terakhir sebelum Lebaran, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Meskipun jumlah penumpang pasti belum diketahui, kapasitas kapal yang diperkirakan lebih dari 500 penumpang menunjukkan potensi lonjakan jumlah pemudik pada keberangkatan terakhir ini. Pihak posko terus memantau situasi dan memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Pada 28 Maret 2025, dua kapal telah diberangkatkan, mengangkut total 1.998 penumpang. KM Kelimutu dari PT Pelni mengangkut 1.298 penumpang menuju Semarang, sedangkan KM Kirana III dari PT Dharma Lautan Utama membawa 700 penumpang ke Surabaya. Keberangkatan kedua kapal ini menunjukkan tingginya permintaan tiket kapal untuk mudik Lebaran tahun ini.
Proses embarkasi yang dilaksanakan dua jam sebelum jadwal keberangkatan kapal terbukti efektif dalam mencegah kepadatan dan memastikan keamanan penumpang. Strategi ini patut diapresiasi sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Efisiensi Anggaran dan Durasi Posko
Gusti Muchlis menjelaskan bahwa periode Posko Angkutan Laut Lebaran tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk efisiensi anggaran. Biasanya posko beroperasi dari H-15 hingga H+15 Lebaran, namun tahun ini hanya berlangsung dari H-10 hingga H+10 Lebaran. Meskipun demikian, pelayanan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan berakhirnya periode posko, penyelenggara berharap seluruh pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta. Pengurangan durasi posko tidak mengurangi komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang mudik.
Dari total sembilan call yang disiapkan untuk arus mudik sebelum Lebaran, keberangkatan KM Ferry VI merupakan call kesembilan. Hal ini menunjukkan bahwa pelabuhan Sampit telah berhasil melayani ribuan pemudik dengan lancar dan aman menjelang Lebaran 2025.
Meskipun periode posko lebih singkat, pihak pelabuhan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan bagi seluruh pemudik. Suksesnya penyelenggaraan posko ini menjadi bukti sinergi dan kerja sama yang baik antara berbagai pihak terkait.