Selvi Gibran Bersihkan Sampah di Hutan Mangrove Muaragembong, Bekasi
Selvi Gibran, istri Wakil Presiden, bersama Seruni Kabinet Merah Putih dan Kementerian LH, membersihkan sampah di hutan mangrove Muaragembong, Bekasi, serta mengajak masyarakat untuk bijak dalam pengelolaan sampah.

Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, bersama anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, turut serta dalam aksi bersih-bersih mangrove di hutan bakau Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Aksi ini merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Februari 2024.
Sebelum memulai aksi pembersihan, Selvi dan rombongan melakukan komunikasi virtual dengan peserta aksi serupa di tujuh daerah lain di Indonesia, yaitu Jakarta Utara, Kepulauan Riau, Demak, Kota Kupang, Surabaya, Balikpapan, dan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan. Selvi menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan sampah, "Penanganan sampah ini bisa kita lakukan secara bersama-sama untuk Indonesia. Aksi bersih mangrove serentak di delapan titik ini salah satu upaya nyata yang harus kita dukung bersama," ujarnya di Kabupaten Bekasi.
Lebih lanjut, Selvi mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Ia mendorong pembentukan bank sampah di tingkat komunitas sebagai solusi yang memiliki nilai ekonomis. "Nanti kita buatkan komunitas untuk ibu-ibu juga di sini, seperti apa, kita bantu bersama pak menteri, untuk mengolah sampah menjadi bernilai ekonomis. Nanti diberikan sosialisasi dan pelatihan agar lebih banyak lagi orang-orang yang bisa mengolah sampah dengan baik," ucapnya.
Aksi Bersih Mangrove: Kolaborasi untuk Lingkungan Lestari
Dalam aksi ini, Selvi bersama Ketua Umum Seruni, Tri Suswati Tito Karnavian, dan Ketua Bidang IV Seruni, Sri Suparni Bahlil, menyerahkan 1.000 bibit mangrove kepada Kelompok Tani Gagah Bahari. Penyerahan bibit ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian lingkungan di Muaragembong.
Sri Suparni Bahlil menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap ekosistem hutan mangrove, khususnya di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong yang membutuhkan perhatian khusus terkait masalah sampah. "Kita sebagai pendamping atau para istri menteri ini melihat bahwa lokasi ini butuh perhatian khususnya dalam hal sampah. Tadi kita lihat sendiri lokasi di sekitar Muaragembong ini, tanaman mangrove banyak sekali sampah dan alhamdulillah kita memberikan contoh edukasi kepada masyarakat sekitar sini," katanya.
Sri Suparni berharap kehadiran Seruni Kabinet Merah Putih dapat memberikan dampak positif dan diterima baik oleh masyarakat Muaragembong. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pentingnya Sinergi dalam Pengelolaan Sampah
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga lingkungan. Aksi bersih mangrove serentak ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari kementerian dan lembaga, Seruni Kabinet Merah Putih, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat umum.
Tujuan utama aksi ini adalah membersihkan kawasan hutan bakau dari sampah plastik dan limbah lain yang mengancam ekosistem pesisir. "Kolaborasi dalam aksi bersih mangrove ini merupakan langkah konkret untuk menjaga ekosistem pesisir. Hutan mangrove memiliki peran krusial dalam mencegah erosi, menyediakan habitat bagi berbagai spesies, serta menyerap karbon guna mengurangi dampak perubahan iklim," jelas Hanif.
Hanif juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap gaya hidup bebas sampah serta mengelola sampah secara bertanggung jawab sejak dari sumber. Hal ini meliputi penguatan aksi kolaboratif dalam menyelesaikan permasalahan sampah di daerah, mendorong peran aktif pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan sampah hingga mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat serta berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan komitmen bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan lestari untuk generasi mendatang," tutup Hanif.
Kegiatan bersih-bersih mangrove di Muaragembong ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kesadaran masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem di Indonesia. Harapannya, aksi ini dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa demi masa depan lingkungan yang lebih baik.