Transjakarta Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Bus Selama Ramadhan
Transjakarta memperbolehkan penumpang berbuka puasa di dalam bus selama Ramadhan dengan durasi maksimal 10 menit setelah adzan Maghrib, namun tetap mengimbau untuk menjaga kebersihan dan ketertiban.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan kebijakan baru yang mengakomodasi para penumpang muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1446 H. Manajemen Transjakarta resmi mengizinkan penumpang untuk berbuka puasa di dalam bus Transjakarta. Kebijakan ini berlaku selama bulan Ramadhan dan bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa transportasi umum tersebut.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani. Ia menjelaskan bahwa penumpang diperbolehkan makan dan minum di dalam bus, namun dengan durasi yang terbatas, yaitu maksimal 10 menit setelah adzan Maghrib. Hal ini untuk menghindari potensi gangguan kenyamanan penumpang lain dan menjaga kebersihan di dalam bus.
"Makan dan minum di dalam bus diperbolehkan pada saat berbuka puasa, yaitu maksimal 10 menit setelah adzan maghrib," ujar Ayu Wardhani dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat. Selain itu, Transjakarta juga tetap beroperasi normal selama 24 jam di 14 koridor utama, memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga selama bulan Ramadhan.
Ramadhan 1446 H dan Penetapan Awal Puasa
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1446 H pada tanggal 28 Februari 2025. Sidang yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar ini akan melibatkan tiga rangkaian proses penting.
Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Dan ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik. Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
Di Jakarta, pemantauan hilal dilakukan di beberapa lokasi strategis, termasuk Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Masjid Musariin Basmol Kembangan Utara, Monumen Nasional (Monas), Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, dan Pulau Karya (Kepulauan Seribu). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman resmi terkait awal Ramadhan 1446 H, sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004.
Fasilitas dan Imbauan Transjakarta
Transjakarta menyediakan beberapa fasilitas untuk mendukung kenyamanan penumpang selama berbuka puasa. Penumpang dapat membeli makanan dan minuman di area ritel atau komersial yang tersedia di sejumlah halte Transjakarta. Namun, penumpang diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan menaati peraturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama.
Selain itu, penumpang diperbolehkan membawa makanan dan minuman ringan untuk berbuka, seperti air minum dan kurma. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang Transjakarta yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Dengan tetap beroperasi normal selama 24 jam di 14 koridor utama, Transjakarta berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, termasuk memberikan kelonggaran bagi penumpang yang berbuka puasa di dalam bus. Hal ini menunjukkan kepedulian Transjakarta terhadap kebutuhan dan kenyamanan para penumpangnya selama bulan Ramadhan.
Semoga kebijakan ini dapat memberikan manfaat bagi para penumpang dan menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif selama bulan Ramadhan. Transjakarta senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas layanannya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.