Tren Katun Bordir Bolong: Ramai Diburu Jelang Lebaran
Jelang Lebaran, katun bordir bolong atau 'katbol' menjadi tren fashion terpanas di Tanah Abang, Jakarta, dengan warna-warna pastel mendominasi pilihan pembeli.

Demam katun bordir bolong atau yang lebih dikenal dengan sebutan "katbol" tengah melanda Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menjelang Lebaran, model baju ini menjadi incaran utama para pembeli di pusat perbelanjaan terkenal tersebut. Para pedagang melaporkan peningkatan permintaan yang signifikan untuk model baju ini, khususnya di toko-toko seperti YLN dan Miho di Platinum Market.
Warna Pastel dan Kenyamanan Bahan
YLN, salah satu toko yang menjual kemeja wanita dengan model bordir bolong, menyatakan bahwa warna-warna lembut seperti biru pastel, krem, dan cokelat menjadi pilihan favorit pembeli. "Lebaran sih ada aja yang (pakai) gamis, kalau gamis biasanya pakai pagi, kalau pergi-perginya pakai ini (kemeja)", ungkap Fandi, staf YLN. Hal ini menunjukkan pergeseran tren dari penggunaan gamis tradisional ke pilihan yang lebih kasual namun tetap elegan untuk aktivitas sehari-hari selama Lebaran.
Tren ini tidak hanya terbatas pada kemeja. Toko Miho, misalnya, juga menawarkan model bordir bolong dengan bahan korduroi, selain katun. Michelle, dari toko Miho, menambahkan, "Yang lagi ramai kayak sekarang yang full brukat sama bahan korduroi, mereka ambil warna-warna cerah kayak pastel pink, biru, warna netral abadi juga sih banyak yang ambil." Ini menunjukkan adanya diversifikasi pilihan bahan untuk memenuhi preferensi konsumen yang beragam.
Harga dan Pilihan Model
Kisaran harga untuk baju katun bordir bolong cukup terjangkau, berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000 per baju. Namun, pembelian grosir, misalnya dalam seri empat warna di YLN, menawarkan harga yang lebih murah, sekitar Rp50.000 lebih rendah per baju. Pilihan model pun beragam, tidak hanya kemeja, tetapi juga gamis dengan warna-warna pastel yang lembut, sesuai dengan permintaan pasar.
Tren Warna yang Diminati
Warna-warna pastel memang menjadi primadona, terutama di kalangan Gen Z yang cenderung menghindari warna-warna mencolok. Namun, beberapa warna lain juga cukup populer, terutama untuk baju pesta, seperti warna mahogani dan merah marun. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara tren warna yang lembut dan pilihan warna yang lebih berani untuk acara-acara khusus.
Kesimpulan
Tren katun bordir bolong menunjukkan pergeseran preferensi konsumen terhadap model baju yang nyaman, elegan, dan sesuai dengan tren warna terkini. Dengan harga yang relatif terjangkau dan pilihan model yang beragam, "katbol" diprediksi akan tetap menjadi pilihan populer, tidak hanya untuk Lebaran, tetapi juga untuk berbagai kesempatan lainnya. Popularitasnya juga menunjukkan bagaimana pasar merespon tren fashion yang fleksibel dan sesuai dengan selera generasi muda.
Keberagaman pilihan warna, mulai dari pastel hingga warna-warna yang lebih berani seperti mahogani dan merah marun, menunjukkan bahwa tren ini mampu mengakomodasi berbagai selera. Dengan demikian, katun bordir bolong bukan hanya sekadar tren sesaat, tetapi kemungkinan besar akan tetap bertahan dan berkembang di masa mendatang.