1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SEJARAH
Mengiris hati, Sang Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1987: Dipecat, Dipenjara lalu Ditinggalkan Istri

Penulis : Yuli Astutik

30 Juli 2021 18:13

Lika liku hidup Slamet Suradio, masinis kereta api Tragedi Bintaro 1987 begitu tragis. Kecelakaan terparah dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia itu sudah menghancurkan hidupnya.

Slamet memperoleh hukuman 5 tahun penjara di Lapas Cipinang buntut Tragedi Bintaro. Ia diputuskan bersalah karena dianggap lalai sebagai masinis sampai menjatuhkan banyak korban jiwa.

Untuk diketahui, Tragedi Bintaro adalah kecelakaan antara dua kereta, KA 225 dan KA 220. Dua kereta itu bertabrakan di Desa Pondok Betung pada 19 Oktober 1987 pukul 06.45 WIB.

Tragedi ini telah menewaskan 156 orang dan melukai 300 orang. 72 penumpang tewas di tempat dan sisanya meninggal sekarat.

Dalam tragedi ini, Slamet dituduh memberangkatkan kereta api tanpa instruksi sampai berakhir kecelakaan. Tetapi hal itu dibantah olehnya.

"Jadi kalau ada orang mengatakan berangkat sendiri itu bohong, apa untungnya saya memberangkatkan kereta sendiri," ujar Slamet dikutip Hops.Id -- jaringan Suara.com, Kamis (29/7/2021).

Slamet menjelaskan ia memberangkatkan kereta api dengan tenang sesuai instruksi. 

Sepanjang perjalanan, ia mengaku tak menerima sinyal apapun sehingga tidak merasa cemas.

Baca Selanjutnya: Tapi, alangkah terkejut dia,...

Halaman

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya