Jokic Cetak Rekor 61 Poin! Pecahkan Rekor Triple-Double NBA
Nikola Jokic mencetak rekor karier 61 poin dan triple-double bersejarah, melampaui rekor Luka Doncic dan James Harden, meskipun Denver Nuggets kalah dari Minnesota Timberwolves.

Bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, menorehkan sejarah baru di NBA dengan mencetak 61 poin, rekor tertinggi dalam kariernya. Prestasi luar biasa ini diraihnya dalam pertandingan melawan Minnesota Timberwolves pada Rabu, 2 April 2024, meskipun timnya harus mengakui kekalahan dengan skor 139-140. Yang lebih mengesankan, Jokic juga mencatatkan triple-double bersejarah dengan tambahan 10 rebound dan 10 assist.
Pencapaian ini menempatkan Jokic sebagai pemain dengan poin tertinggi dalam sebuah triple-double sepanjang sejarah NBA. Ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Luka Doncic (60 poin, 27 Desember 2022) dan James Harden (60 poin, 30 Januari 2018). Pelatih Nuggets, Michael Malone, tak mampu menyembunyikan kekagumannya, "Dia seperti Superman," pujinya. "Dia berada di level yang berbeda. Banyak yang mengatakan dia tidak atletis, tapi tidak banyak pemain yang bisa melakukan apa yang dia lakukan di lapangan."
Musim ini memang menjadi musim yang luar biasa bagi Jokic. Ia berpeluang besar menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang masuk tiga besar dalam kategori poin, rebound, assist, dan steal dalam satu musim. Rekor poin tertinggi Jokic sebelumnya adalah 56 poin saat melawan Washington Wizards pada 7 Desember lalu. Meskipun rekor poin tertinggi sepanjang sejarah klub Nuggets masih dipegang oleh David Thompson dengan 73 poin (9 April 1978), penampilan Jokic kali ini tetap patut diacungi jempol.
Rekor Bersejarah dan Pujian dari Lawan
Kehebatan Jokic diakui bahkan oleh lawan-lawannya. Anthony Edwards, bintang Minnesota Timberwolves, memberikan pujian tinggi setelah pertandingan. "Nikola Jokic mungkin adalah pemain bola basket terbaik yang pernah saya lihat dari dekat, selain diri saya sendiri," kata Edwards berseloroh setelah mencetak 34 poin dan 10 rebound. "Dia luar biasa. Persaingan MVP musim ini sangat ketat, tapi mencetak 60 poin itu gila."
Meskipun Jokic mencetak rekor, Denver Nuggets tetap menelan kekalahan. Kekalahan ini menambah catatan buruk mereka melawan Timberwolves, yang telah mengalahkan Denver dalam enam pertemuan terakhir, termasuk di playoff musim lalu. Dengan enam pertandingan tersisa di musim reguler, Nuggets berada di peringkat ketiga Wilayah Barat, tertinggal dua kemenangan dari Houston Rockets di posisi kedua.
Meskipun kekalahan tersebut, penampilan Jokic tetap menjadi sorotan utama. Kemampuannya mencetak poin, merebut rebound, dan memberikan assist dalam jumlah yang luar biasa menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik di NBA saat ini. Tantangan selanjutnya bagi Jokic dan timnya adalah pertandingan melawan San Antonio Spurs pada Kamis di Denver.
Analisis Performa Jokic dan Implikasinya
Performa Jokic yang luar biasa ini menunjukkan dominasinya di lapangan. Kemampuannya untuk mencetak poin dengan konsisten, sekaligus berkontribusi dalam hal rebound dan assist, menjadikannya aset berharga bagi timnya. Meskipun timnya kalah, penampilan individu Jokic tetap mengesankan dan menunjukkan potensinya untuk meraih penghargaan MVP musim ini.
Kekalahan dari Timberwolves juga menyoroti beberapa kelemahan dalam strategi dan pertahanan Nuggets. Tim harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menghadapi sisa pertandingan musim reguler dan playoff mendatang. Pertandingan melawan San Antonio Spurs akan menjadi ujian bagi Nuggets untuk menunjukkan kemampuan mereka untuk bangkit dari kekalahan dan kembali ke jalur kemenangan.
Secara keseluruhan, penampilan Jokic dalam pertandingan ini merupakan tonggak sejarah dalam kariernya dan sejarah NBA. Meskipun berakhir dengan kekalahan, prestasi individu yang luar biasa ini menunjukkan bakat dan kemampuannya yang luar biasa sebagai salah satu pemain bola basket terbaik di dunia saat ini.
Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Jokic dan Nuggets untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan dan mengejar posisi yang lebih baik di klasemen Wilayah Barat.