Khatib Idul Fitri Mamuju: Jaga Empat Pilar Kesalehan untuk Kemajuan Bangsa
Khatib Idul Fitri di Mamuju mengajak umat Muslim menjaga empat pilar kesalehan; vertikal, rumah tangga, sosial, dan bernegara, untuk kemajuan bangsa dan pembangunan.
Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah. Ribuan umat Muslim berkumpul di anjungan Pantai Manakarra untuk melaksanakan shalat Id. Namun, momentum hari kemenangan ini tak hanya dimaknai sebagai akhir dari ibadah puasa Ramadhan, melainkan juga sebagai ajakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini disampaikan langsung oleh KH. Adnan Nota, Kepala Kemenag Provinsi Sulbar yang juga bertindak sebagai khatib shalat Id.
Dalam khotbahnya, KH. Adnan Nota menekankan pentingnya menjaga kesalehan sebagai pondasi pembangunan bangsa. Beliau menyampaikan bahwa kesalehan bukan hanya sebatas hubungan vertikal dengan Tuhan, melainkan juga mencakup aspek kehidupan sosial dan bernegara. Kehadiran Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, turut menambah khidmat suasana shalat Id yang berlangsung di bawah cuaca cerah.
Pesan utama yang disampaikan khatib adalah seruan untuk senantiasa menjaga empat pilar kesalehan. Empat pilar tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat Muslim Mamuju dalam menjalani kehidupan sehari-hari, berkontribusi bagi masyarakat, dan membangun bangsa Indonesia.
Empat Pilar Kesalehan untuk Kehidupan yang Lebih Baik
KH. Adnan Nota merinci empat pilar kesalehan yang perlu dijaga oleh umat Muslim. Pertama, kesalehan vertikal, yaitu hubungan langsung antara manusia dengan Allah SWT. Ini merupakan pondasi spiritual yang harus kokoh bagi setiap individu. Kedua, kesalehan dalam kehidupan rumah tangga, yang menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan sakinah.
Ketiga, kesalehan sosial, yang mendorong setiap muslim untuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, saling tolong-menolong, dan bekerjasama dalam kebaikan. Pilar ini menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam masyarakat. Keempat, kesalehan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengharuskan setiap muslim untuk taat kepada Allah SWT, Rasul-Nya, dan pemimpin negara yang sah. Hal ini merupakan wujud nyata dari keimanan dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Lebih lanjut, khatib menjelaskan bahwa dengan menjaga keempat pilar kesalehan tersebut, setiap individu akan memiliki karakter yang mulia. Mereka akan menjadi pribadi yang tawadhu (rendah hati), qanaah (bersyukur), dan wara' (menjauhi larangan agama). Dengan demikian, mereka akan mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Menjadi Muslim yang Bertakwa dan Berakhlak Mulia
Khatib berharap agar ibadah yang telah dijalankan selama bulan Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Ia juga mendoakan agar umat Muslim Mamuju mendapatkan ampunan dan terbebas dari siksa neraka. Khotbah yang disampaikan KH. Adnan Nota diakhiri dengan harapan agar seluruh umat Muslim dapat mengamalkan nilai-nilai kesalehan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan shalat Id di Pantai Manakarra. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Setelah shalat Id, suasana keakraban dan kebersamaan terlihat di antara para jamaah yang saling bertegur sapa dan bermaaf-maafan. Momentum Idul Fitri ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan di antara umat Muslim Mamuju.
Dengan menjaga kesalehan, diharapkan akan tercipta masyarakat yang berakhlak mulia, amanah, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan cita-cita untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Semoga pesan khatib Idul Fitri di Mamuju ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.