Margono Djojohadikusumo: Usulan Pahlawan Nasional untuk Tokoh Ekonomi Indonesia
Yayasan Merah Putih Peduli mengusulkan Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo Subianto, sebagai pahlawan nasional atas kontribusinya di bidang ekonomi dan perbankan Indonesia, serta perannya dalam BPUPKI dan KMB.
Usulan Pahlawan Nasional: Margono Djojohadikusumo, Pilar Ekonomi Indonesia
Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, resmi diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan ini disampaikan oleh Yayasan Merah Putih Peduli pada sebuah seminar nasional di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Sabtu, 15 Februari. Seminar tersebut juga menandai peluncuran buku 'Napak Tilas Perjuangan RM Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Perekonomian Indonesia Pasca-kemerdekaan'.
Peran Penting dalam Perkembangan Ekonomi Indonesia
Kementerian Sosial (Kemensos) menyambut baik usulan tersebut. Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Nico, menekankan peran penting Margono dalam membangun fondasi perekonomian Indonesia, khususnya dalam pengembangan sistem perbankan. Ia dikenal luas sebagai salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), sebuah tonggak penting dalam sejarah ekonomi Indonesia, terutama di masa awal kemerdekaan ketika sistem perbankan masih belum mapan. Keberadaan BNI memberikan landasan yang kuat bagi perkembangan ekonomi Indonesia selanjutnya.
Namun, kontribusi Margono tidak hanya terbatas pada dunia perbankan. Ia juga aktif terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting sejarah Indonesia, seperti menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan perwakilan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Partisipasinya dalam forum-forum tersebut menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Dukungan Luas terhadap Usulan Pahlawan Nasional
Universitas Pertahanan turut memberikan dukungan penuh terhadap usulan ini. Kolonel Tek Hikmat Zakky Almubaroq, Ketua Panitia Seminar Nasional, menyoroti kontribusi Margono bersama Mohammad Hatta dan Widjojo Nitisastro dalam membentuk kebijakan ekonomi nasional. Ia menjabarkan peran krusial Margono dalam merancang sistem perbankan Indonesia yang menjadi fondasi bagi ekonomi kerakyatan dan modern Indonesia. Tanpa sistem perbankan yang kuat, penyaluran modal, stabilitas moneter, kepercayaan publik dan investor, serta pembangunan infrastruktur akan terhambat.
Proses pengusulan ini mengikuti prosedur yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan. Usulan diajukan melalui jalur masyarakat, dimulai dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kemensos, sebelum akhirnya dievaluasi oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Keputusan Presiden (Keppres) penetapan pahlawan nasional akan diumumkan menjelang Hari Pahlawan.
Harapan untuk Penetapan Pahlawan Nasional
Baik Kemensos maupun Unhan berharap agar usulan ini dapat segera diterima dan Margono Djojohadikusumo ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pengakuan ini akan menjadi bentuk penghargaan yang pantas atas jasa-jasa beliau dalam membangun pondasi ekonomi Indonesia dan berkontribusi bagi kemerdekaan negara. Kontribusinya yang signifikan dalam berbagai bidang, mulai dari perbankan hingga perannya dalam proses kemerdekaan, menjadikan beliau figur yang layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Dengan ditetapkannya sebagai pahlawan nasional, legasi Margono Djojohadikusumo akan terus dikenang dan menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. Pengakuan ini juga akan menjadi pengingat akan pentingnya peran para tokoh kunci dalam sejarah ekonomi dan kemerdekaan Indonesia.