Pemerintah Jaga Nilai Rupiah agar Tak Melemah, Ekspor dan Deregulasi Jadi Kunci
Menko Airlangga Hartarto tegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, Pemerintah berupaya menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil melalui peningkatan ekspor dan deregulasi.
Jakarta, 26 Maret 2024 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah tengah berupaya keras menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Upaya ini dilakukan dengan fokus pada peningkatan ekspor dan deregulasi, guna mencegah pelemahan nilai mata uang nasional. Pernyataan ini disampaikan Menko Airlangga usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa keberlangsungan ekspor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, deregulasi dan penyederhanaan perizinan juga menjadi strategi penting untuk memperlancar arus impor dan ekspor. "Tentu ekspor harus terus jalan, kemudian deregulasi (sesuai) arahan Bapak Presiden, dan perizinan dipermudah sehingga impor ekspor lebih lancar," ungkap Menko Airlangga menjawab pertanyaan wartawan.
Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu pagi ini menjadi bukti awal dari upaya tersebut. Nilai tukar rupiah menguat 8 poin (0,05 persen) menjadi Rp16.604 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.612,00 per dolar AS. Penguatan ini berlanjut hingga penutupan perdagangan, dengan rupiah menguat 24 poin (0,14 persen) menjadi Rp16.588,00 per dolar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan ke level Rp16.588,00 per dolar AS.
Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Menanggapi fluktuasi nilai rupiah beberapa hari terakhir, Menko Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh. Hal ini terlihat dari cadangan devisa yang besar, neraca perdagangan yang positif, dan devisa hasil ekspor (DHE) yang seluruhnya disimpan di dalam negeri. "Ya rupiah seperti biasa berfluktuasi, tetapi tentu kami lihat secara fundamental kuat, kemudian juga kami lihat nanti secara jangka menengah dan panjang," jelas Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyebut fluktuasi nilai rupiah yang terjadi belakangan ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang masih dalam batas wajar. Beliau juga optimistis dengan prospek ekonomi ke depan, mengingat adanya rebound pasar dan ekspektasi positif terhadap Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mandiri dan Bank BRI. "Ya 'kan ini harian 'kan, nanti kita lihat. Fundamental ekonomi kita kuat, pasar juga sudah rebound kemarin. Ekspektasi mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mandiri dan Bank BRI juga baik outcome-nya," tambahnya.
Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan untuk memastikan devisa hasil ekspor disimpan di dalam negeri. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi rupiah dan mencegah potensi pelemahan di masa mendatang. "Kita 'kan sudah melaksanakan yang namanya devisa hasil ekspor. Jadi, kita tidak ter-corner ke depan sehingga fundamental devisa hasil ekspor juga akan memperkuat posisi rupiah," pungkas Airlangga.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Rupiah
- Meningkatkan nilai ekspor
- Menerapkan deregulasi dan mempermudah perizinan usaha
- Menjaga cadangan devisa tetap kuat
- Memastikan devisa hasil ekspor disimpan di dalam negeri
Dengan strategi yang komprehensif ini, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan melindungi perekonomian Indonesia dari gejolak global.
Pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya. Komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi makro tetap menjadi prioritas utama.