Pemkot Batu Imbau Kewaspadaan Bencana Alam di Tempat Wisata
Pemerintah Kota Batu mengimbau pengelola wisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam menyusul tanah longsor di Pacet-Cangar, dan memastikan keamanan wisatawan.
Bencana tanah longsor di Pacet-Cangar, yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, telah mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, untuk mengimbau pengelola tempat wisata agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Peristiwa tersebut terjadi di jalur penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu, meningkatkan kekhawatiran akan dampak serupa di area wisata Kota Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman, pada Sabtu lalu, menekankan pentingnya aspek keamanan bagi wisatawan. Meskipun pemetaan kawasan wisata rawan bencana telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya, pengelola wisata tetap harus memastikan keamanan di setiap lokasi. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terjadi di destinasi wisata Kota Batu.
Pemkot Batu telah mengidentifikasi beberapa titik rawan bencana, namun hingga saat ini belum ada tempat wisata yang dinyatakan paling berisiko. Walau demikian, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan perkembangan situasi terkini di lapangan. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Batu dalam menjaga keselamatan wisatawan.
Kewaspadaan Pengelola Wisata di Kota Batu
Imbauan kewaspadaan ini khususnya ditujukan kepada pengelola destinasi wisata yang berlokasi dekat atau di sekitar kawasan hutan. Mereka diminta untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana. Kerjasama yang erat antara pengelola wisata dan pemerintah daerah dinilai krusial dalam menghadapi potensi bencana alam.
Sistem peringatan dini (EWS) telah dipasang di beberapa titik rawan bencana di Kota Batu sebagai langkah antisipasi. Namun, Nurochman mengingatkan bahwa upaya pemerintah dan pengelola wisata akan sia-sia tanpa kesadaran wisatawan sendiri. Keselamatan dan kewaspadaan merupakan tanggung jawab bersama.
Selain itu, pengelola wisata juga dihimbau untuk secara berkala mengecek kesiapan infrastruktur dan melakukan tindakan preventif untuk meminimalisir resiko bencana. Hal ini termasuk memeriksa kestabilan tanah, memastikan saluran air berfungsi dengan baik, dan menyediakan jalur evakuasi yang jelas.
Koordinasi yang baik antara pengelola wisata dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sangat penting. Informasi cuaca terkini dan peringatan dini harus selalu dipantau dan diinformasikan kepada wisatawan.
Kesadaran Wisatawan dalam Menghadapi Bencana
Wali Kota Batu juga menekankan pentingnya kesadaran wisatawan dalam menjaga keselamatan diri. Para wisatawan diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan kesehatan mereka. Jika kondisi cuaca buruk atau kesehatan tidak memungkinkan, wisatawan disarankan untuk menepi dan beristirahat atau menunggu kondisi membaik sebelum melanjutkan perjalanan.
"Pengendara harus tetap mengedepankan kehati-hatian jika akan berwisata, kalau (cuaca dan kesehatan) dirasa tidak memungkinkan lebih baik menepi untuk beristirahat maupun menunggu kondisi baik," kata Nurochman. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran wisatawan dalam menjaga keselamatan mereka sendiri.
Pemkot Batu berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan upaya mitigasi bencana. Kerjasama antara pemerintah, pengelola wisata, dan wisatawan sangat penting untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman.
Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Pemkot Batu menunjukkan keseriusan dalam mengantisipasi potensi bencana alam. Dengan adanya sistem peringatan dini, koordinasi yang baik, dan kesadaran bersama, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.