Penyelamatan Gempa Tibet Berjalan Lancar, China Umumkan
Pemerintah China laporkan upaya pertolongan korban gempa di Tibet berjalan lancar meskipun tantangan geografis dan cuaca ekstrem, dengan bantuan internasional yang berdatangan.
Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang wilayah Otonomi Tibet, China pada 7 Januari 2024, menyebabkan kerusakan signifikan dan korban jiwa. Namun, menurut pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, upaya penyelamatan dan bantuan berjalan lancar.
Dalam konferensi pers Senin (13/1), Guo Jiakun menekankan bahwa respon pemerintah terhadap bencana ini efektif. Pernyataan tersebut disampaikan di Beijing, memberikan gambaran optimis terhadap situasi di lapangan. Ia menambahkan keyakinan pemerintah untuk memulihkan kehidupan normal di daerah terdampak secepatnya.
Bencana alam ini mengakibatkan 126 orang meninggal dunia, 188 luka-luka, dan kerusakan sekitar 3.600 rumah. Tantangan besar dihadapi tim penyelamat, mengingat lokasi gempa di lembah Himalaya yang terpencil dan suhu udara yang sangat rendah. Sekitar 6.900 penduduk di 27 desa dalam radius 20 kilometer dari pusat gempa terdampak langsung.
Pusat gempa berada di daerah Tingri, Distrik Shigatse, pada pukul 09.05 waktu setempat (08.05 WIB), dengan kedalaman 10 kilometer. Presiden Xi Jinping langsung memerintahkan upaya penyelamatan menyeluruh, menggerakkan Partai Komunis China, pejabat pemerintah, dan masyarakat untuk membantu upaya pemulihan.
Guo Jiakun menjelaskan bahwa Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China telah menggelar rapat untuk membahas langkah-langkah bantuan selanjutnya. Tim penyelamat bekerja keras dalam kondisi cuaca ekstrem, berpacu dengan waktu untuk menemukan dan menyelamatkan korban yang terjebak. Lebih dari 400 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan.
Dukungan internasional mengalir deras menyusul bencana ini. Sebanyak 22 pemimpin negara, termasuk Rusia, Pakistan, dan Jepang, menyampaikan simpati dan dukungan. Selain itu, sejumlah kementerian luar negeri dari negara-negara seperti India dan Brasil juga turut memberikan dukungan. Bantuan keuangan juga telah dialokasikan, dengan Departemen Organisasi Komite Sentral Partai Komunis China menggelontorkan dana 50 juta yuan (sekitar Rp109,8 miliar).
Meskipun gempa susulan lebih dari 1.200 kali terjadi, upaya penyelamatan terus berlanjut. Lebih dari 30.000 penduduk telah direlokasi sementara tim penyelamat terus mencari korban selamat. Gambar dan video yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada rumah-rumah, menggambarkan skala bencana yang terjadi. Gempa juga terasa di Nepal, Bhutan dan India, namun tidak dilaporkan adanya kerusakan signifikan.