Siswa Mataram Diimbau Buat Buku Kegiatan Ramadhan, Cegah Aktifitas Negatif!
Disdik Kota Mataram meminta siswa Muslim membuat buku kegiatan Ramadhan untuk mengisi waktu libur dan mencegah aktivitas negatif selama bulan puasa tahun 2025.
Mataram, 24 Februari 2024 - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meluncurkan program unik untuk mengisi bulan Ramadhan 1446 H/2025. Seluruh siswa Muslim diimbau untuk membuat buku kegiatan Ramadhan pribadi. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong aktivitas positif dan mencegah perilaku negatif di kalangan pelajar selama bulan puasa.
Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf, menjelaskan bahwa program ini mendorong kreativitas dan kebiasaan menulis tangan siswa. Buku kegiatan Ramadhan tidak diwajibkan untuk dibeli, melainkan dibuat sendiri siswa menggunakan buku tulis biasa. Isi buku tersebut akan merekam aktivitas siswa selama Ramadhan, mulai dari kegiatan berbuka puasa bersama keluarga hingga ibadah-ibadah seperti salat lima waktu, tarawih, tadarus, dan sahur.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa. Dengan mencatat pengalaman berbuka puasa bersama keluarga dan aktivitas ibadah lainnya, siswa diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dan produktif. Lebih lanjut, program ini juga bertujuan mencegah perilaku negatif seperti bermain petasan, panco, balap lari, atau bermain pukul sarung yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Aktivitas Positif Selama Ramadhan
Buku kegiatan Ramadhan ini tidak hanya sekedar catatan harian. Menurut Kepala Disdik, isi buku tersebut akan menjadi bagian dari penilaian guru. Siswa didorong untuk mencatat secara detail suasana berbuka puasa, pengalaman ibadah, dan refleksi diri selama bulan Ramadhan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan siswa terhadap makna puasa.
Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan bahwa berdasarkan edaran tiga menteri, libur awal Ramadhan 1446 H dimulai pada tanggal 27 Februari hingga 5 Maret 2025. Siswa akan kembali bersekolah pada tanggal 6 hingga 25 Maret 2025. Setelah itu, akan ada libur akhir Ramadhan dan Idul Fitri yang berlangsung dari tanggal 26 Maret hingga 8 April 2025. Selama masa liburan, orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak.
Selama bulan Ramadhan, sekolah-sekolah di Kota Mataram juga diimbau untuk meningkatkan kegiatan keagamaan seperti ceramah, tadarus, dan pesantren kilat tanpa mengganggu jadwal belajar. Surat edaran terkait hal ini telah disebarluaskan oleh Disdik Kota Mataram. Sementara itu, siswa non-Muslim juga diimbau untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan positif sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
"Buku kegiatan Ramadhan itu nanti akan menjadi bagian penilaian dari para guru," kata Yusuf menegaskan pentingnya program ini dalam membentuk karakter siswa. "Selama libur, peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak-anak dalam setiap aktivitas," tambahnya menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak.
Libur Ramadhan dan Peran Orang Tua
Program buku kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya Disdik Kota Mataram untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan produktif bagi siswa selama bulan Ramadhan. Dengan mengarahkan siswa pada aktivitas positif, diharapkan dapat tercipta suasana Ramadhan yang penuh berkah dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan siswa.
Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak selama masa liburan. Orang tua diharapkan dapat memberikan arahan dan pengawasan yang tepat agar anak-anak dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menghindari aktivitas yang negatif.
Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan waktu libur Ramadhan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menghindari kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Disdik Kota Mataram dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Inisiatif ini juga menunjukan sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membimbing siswa selama bulan Ramadhan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa secara holistik.