UMS Luncurkan Ekofem Edu: Aplikasi Digital untuk Pembelajaran Adil Gender dan Ekologi
Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) meluncurkan aplikasi Ekofem Edu, platform digital inovatif yang mendukung pembelajaran adil gender dan ekologi bagi anak-anak melalui pendekatan *deep learning*.
Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) baru-baru ini meluncurkan sebuah aplikasi digital bernama Ekofem Edu. Aplikasi ini diluncurkan pada Senin di Surabaya dan dirancang untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembelajaran yang adil gender dan peduli terhadap lingkungan. Inovasi ini memanfaatkan pendekatan *deep learning* untuk menanamkan nilai-nilai penting tersebut kepada anak sejak usia dini. Peluncuran ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang disosialisasikan oleh Abdul Mu’ti.
Radius Setiyawan, Founder Ekofem Edu, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan oleh komunitas riset lintas disiplin yang peduli terhadap isu lingkungan, anak, dan kesetaraan gender. Ia menekankan bahwa Ekofem Edu hadir sebagai respons terhadap tantangan serius yang dihadapi Indonesia, yaitu ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan. Aplikasi ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan perubahan nyata dalam pendidikan nasional.
Pendekatan *deep learning* yang diadopsi Ekofem Edu bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah strategi pembelajaran yang bertujuan untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi semua. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan tentang keadilan gender dan ekologi kepada anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan serta kesetaraan.
Fitur Unggulan Ekofem Edu
Ekofem Edu menawarkan berbagai fitur interaktif yang menarik dan mendidik bagi anak-anak. Fitur "Mari Belajar" menyediakan modul pembelajaran yang mengintegrasikan nilai keadilan gender dan kesadaran ekologi ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti Matematika, IPAS, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, dan Seni Budaya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih holistik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, terdapat fitur "Mini Game dan VR" yang mengajak siswa belajar sambil bermain. Anak-anak dapat terlibat dalam kegiatan gotong royong virtual, mengenal lingkungan sekitar mereka, menjelajahi Ekofem Zoo untuk mengenal suara hewan, dan menjelajahi museum seni budaya. Pendekatan *game-based learning* ini terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman dan retensi materi pembelajaran.
Fitur "Story Telling" menyajikan cerita rakyat yang telah direvisi agar lebih ramah gender dan berwawasan ekologi. Cerita-cerita ini disajikan dengan narasi yang lebih inklusif dan ramah anak, disertai audio interaktif untuk pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan mendalam. Contohnya, cerita Bawang Merah dan Bawang Putih direvisi sehingga kedua tokoh perempuan tersebut berperan sebagai penyelamat hutan.
Terakhir, fitur "Kuis" memungkinkan siswa untuk menguji pemahaman mereka secara interaktif dan menyenangkan. Fitur ini dirancang untuk memberikan umpan balik langsung kepada siswa, sehingga mereka dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Menanamkan Nilai Sejak Dini
Holy Ichda Wahyuni, Co-Founder Ekofem Edu dan Dosen PGSD UM Surabaya, menekankan pentingnya menanamkan nilai keadilan gender dan kesadaran ekologi sejak usia dini. Ia menjelaskan bahwa anak-anak memiliki imajinasi yang kuat dan berada dalam fase menerima pembelajaran secara intensif. Oleh karena itu, pendidikan berkualitas dalam aspek ekologi dan kesetaraan gender sangat penting ditanamkan sejak dini untuk membentuk karakter dan perilaku yang positif.
Holy berharap aplikasi Ekofem Edu dapat segera diakses melalui Playstore dan dapat mendukung pendekatan pembelajaran yang digagas pemerintah. Ia ingin platform ini tidak hanya *mindful*, *meaningful*, dan *joyful*, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata dalam kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam membangun kesadaran ekologi dan keadilan gender. Ekofem Edu diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan di Indonesia.
Aplikasi ini juga berupaya mengatasi representasi perempuan yang belum setara dalam buku teks sekolah dan merevisi cerita rakyat yang cenderung mereproduksi stereotip gender. Dengan demikian, Ekofem Edu memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.