Waspada Hoaks! OIKN Imbau Masyarakat Tak Mudah Percaya Kabar Bohong soal Ibu Kota Nusantara
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berita bohong yang beredar di media sosial terkait pembangunan Kota Nusantara dan mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.
Penajam Paser Utara, 13 Maret 2024 - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) meluncurkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya dan termakan oleh informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial mengenai pembangunan Kota Nusantara. Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan peringatan ini di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Imbauan ini muncul setelah beredarnya sebuah video yang mengklaim adanya banjir di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Kota Nusantara, termasuk di sekitar Istana Negara. OIKN dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. "Jadi, sekali lagi tidak benar informasi seperti disebutkan dalam video yang beredar itu," tegas Troy Pantouw.
Penyebaran hoaks ini sangat disesalkan OIKN, terutama karena pembangunan ibu kota baru tengah berjalan dengan pesat. Pihak OIKN menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi dan menghindari penyebaran berita yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. "Kami hargai kebebasan berekspresi, tapi semua memiliki tanggung jawab moral dan budi pekerti luhur tidak membuat kebingungan dan keresahan masyarakat," tambah Troy.
Langkah Bijak Memeriksa Informasi di Media Sosial
OIKN mendorong masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui sumber resmi. Masyarakat dapat mengakses laman resmi OIKN (www.ikn.go.id) atau media sosial resmi OIKN, seperti @ikn._id, @OIKN_IKN, dan @investnusantara. Troy Pantouw juga menyarankan penggunaan rumus ABC untuk memverifikasi informasi di media sosial.
Amati isi berita dengan teliti, termasuk gambar dan video yang menyertainya. Perhatikan keaslian gambar atau video tersebut, karena gambar atau video yang tidak sesuai konteks seringkali menjadi ciri khas berita bohong. Baca atau lihat informasi secara keseluruhan dari awal hingga akhir untuk mendeteksi adanya kejanggalan. Cek sumber informasi. Jika sumber informasi tidak resmi atau tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti dari pemerintah pusat atau OIKN, maka informasi tersebut patut diragukan kebenarannya.
Lebih lanjut, Troy mengingatkan akan konsekuensi hukum bagi mereka yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. "Harapan kami, jangan sampai ada lagi yang menyebarkan berita bohong," tutup Troy.
OIKN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap informasi yang dianggap tidak benar atau menyesatkan kepada pihak berwenang. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran hoaks dan menjaga kondusivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Langkah-langkah pencegahan penyebaran hoaks ini sangat penting untuk memastikan informasi yang beredar akurat dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pentingnya literasi digital dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Pentingnya Literasi Digital di Era Informasi
Di era digital saat ini, akses informasi begitu mudah didapatkan. Namun, kemudahan ini juga dibarengi dengan tantangan berupa maraknya informasi palsu atau hoaks. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital menjadi sangat penting untuk membantu masyarakat dalam menyaring dan memilih informasi yang benar dan terpercaya. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi di media sosial.
OIKN berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam melawan penyebaran hoaks dengan selalu mengecek kebenaran informasi dari sumber terpercaya dan melaporkan setiap informasi yang mencurigakan. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman.