300 Personel Polda Kalsel Amankan Haul Datu Kalampayan ke-219
Polda Kalsel mengerahkan 300 personel untuk mengamankan Haul ke-219 Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kalampayan) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang dihadiri ratusan ribu jamaah.

Sebanyak 300 personel gabungan dari Polda Kalimantan Selatan dan Polres Banjar dikerahkan untuk mengamankan Haul ke-219 Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, atau yang lebih dikenal sebagai Datu Kalampayan. Haul akbar ini diselenggarakan di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Sabtu, 5 April 2024. Kegiatan keagamaan dan budaya tahunan ini diperkirakan dihadiri oleh ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan personel gabungan dari kepolisian dan dibantu oleh aparat pemerintah daerah serta Kodim Banjar. "Kami juga dibantu aparat pemerintah daerah, termasuk dari Kodim Banjar, mengamankan seluruh rangkaian haul yang biasanya dihadiri ratusan ribu jamaah," ujar Kapolda di Martapura, Kamis (3/4).
Selain pengamanan, panitia juga dibantu oleh sekitar 2000 relawan untuk mengatur kedatangan jamaah dan menyediakan kantong parkir. Kapolda Kalsel juga memberikan dukungan dengan menyerahkan lima ekor sapi untuk konsumsi jamaah, sebagai bentuk penghormatan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat setempat.
Pengamanan dan Fasilitas Haul Datu Kalampayan
Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa tiga dari lima ekor sapi yang disumbangkan akan dikelola dan dimasak oleh para relawan, sementara dua ekor lainnya akan dikelola dan dimasak oleh personel Brimob Polda Kalsel. Hal ini menunjukkan komitmen Polda Kalsel dalam mendukung kelancaran acara haul.
Lebih lanjut, Kapolda juga menjelaskan mengenai pendirian dapur umum yang dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Yennie Rosyanto Yudha. Dapur umum ini melibatkan pengurus Bhayangkari, personel Brimob, Polres Banjar, relawan, dan keluarga Datu Kalampayan. Kerja sama dan kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan haul.
"Kami turut berpartisipasi sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat," tegas Kapolda Kalsel. Partisipasi aktif ini menunjukkan sinergi yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara.
Apresiasi Panitia dan Profil Datu Kalampayan
Guru Ahmad, selaku pihak Panitia Pelaksana Haul ke-219 Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolda Kalsel dan jajarannya atas bantuan dan pengamanan yang optimal. "Semoga apa yang dilakukan Kapolda Kalsel dan jajaran mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT," ucapnya.
Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, atau Datu Kalampayan, merupakan ulama besar yang lahir pada 19 Maret 1710 di Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau wafat pada 13 Oktober 1812 di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dan dimakamkan di Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul.
Salah satu karya terbesar Datu Kalampayan adalah Kitab Sabilal Muhtadin, yang kini menjadi nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan, yaitu Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Banjarmasin. Warisan intelektual dan spiritual beliau masih terus dihormati dan dipelajari hingga saat ini.
Kegiatan Haul Datu Kalampayan bukan hanya sekadar peringatan wafat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperingati jasa dan warisan beliau bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Pengamanan yang ketat dan bantuan dari berbagai pihak menjamin kelancaran acara dan kenyamanan para jamaah yang hadir.