Ambon Pertahankan Gelar Kota Musik Dunia: Laporan AMO ke UNESCO
Ambon Music Office (AMO) menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada UNESCO untuk mempertahankan status Ambon sebagai Kota Musik Dunia, menonjolkan program inovatif dan kolaborasi internasional.

Ambon, 22 Januari 2024 – Ambon Music Office (AMO) resmi menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada UNESCO. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mempertahankan status Ambon sebagai salah satu Kota Musik Dunia yang telah diraih sejak 31 Oktober 2019. Direktur AMO, Ronny Loppies, menegaskan komitmen Ambon untuk terus berkontribusi dalam jaringan kota kreatif global.
Laporan tersebut terbagi dua bagian utama. Bagian pertama berfokus pada pemantauan keanggotaan dan kontribusi Ambon terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sejalan dengan Deklarasi MONDIACULT 2022 dan prioritas UNESCO. Laporan ini menjawab pertanyaan krusial tentang kontribusi Ambon sebagai kota musik dalam program global UNESCO.
Bagian pertama juga memaparkan inisiatif-inisiatif terbaik Ambon, termasuk rencana aksi empat tahun ke depan untuk mencapai tujuan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Laporan ini mencakup kerja sama antar kota dan internasional, serta langkah-langkah yang diambil untuk pemulihan pasca-COVID-19.
Bagian kedua laporan menyoroti berbagai aspek penting lainnya. AMO menjelaskan jaminan hak budaya di Ambon, mencakup kepemilikan, identitas, keragaman budaya, kesetaraan gender, adaptasi keahlian digital, dan inklusivitas di ranah digital. Laporan juga membahas percepatan budaya dan pendidikan seni, menekankan akses inklusif dan setara terhadap budaya dan pendidikan seni.
Lebih lanjut, laporan ini menjelaskan investasi dalam budaya dan ekonomi kreatif, serta perlindungan dan pelestarian warisan budaya dalam konteks perubahan iklim. AMO juga menjabarkan strategi perlindungan budaya selama krisis dan upaya pemulihan pasca-krisis. Komitmen terhadap pelestarian warisan budaya menjadi poin penting dalam laporan ini.
Keunggulan Ambon sebagai kota musik, menurut Ronny, terletak pada program inovatif AMO, yaitu Sound of Green (SoG). Program ini memadukan musik dan lingkungan, berdampak positif pada sektor pendidikan, literasi, infrastruktur seni, dan mitigasi perubahan iklim. Kolaborasi internasional dalam kluster musik dan lintas kluster kreatif di bawah skema UCCN juga menjadi kekuatan Ambon.
Dengan komitmen yang ditunjukkan melalui laporan ini, AMO berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk pembangunan kota yang berkelanjutan. Kekuatan budaya musik Ambon, yang diakui dunia lewat UNESCO sejak 2019, akan kembali dievaluasi pada tahun 2027. Keberlanjutan program ini sangat penting bagi masa depan Ambon.