Anggaran Pertahanan China 2025: Pertumbuhan Moderat, Fokus pada Perdamaian dan Stabilitas
Juru bicara Kongres Rakyat Nasional China mengumumkan pertumbuhan moderat anggaran pertahanan negara pada 2025, dengan tetap memprioritaskan perdamaian dan stabilitas global.

Juru bicara Kongres Rakyat Nasional China (NPC), Lou Qinjian, baru-baru ini mengumumkan bahwa anggaran pertahanan China untuk tahun 2025 akan mengalami pertumbuhan yang moderat. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers menjelang pembukaan sidang parlemen tahunan NPC di Beijing, Selasa (4/3).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya anggaran pertahanan China dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, anggaran pertahanan mencapai 1,67 triliun yuan (sekitar Rp3,65 kuadriliun atau US$2,31 miliar), meningkat 7,2 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Lou Qinjian menekankan bahwa pertumbuhan ini akan dijaga agar tetap moderat di tahun mendatang.
Pertumbuhan satu digit yang konsisten selama sembilan tahun terakhir (sejak 2016) dan proporsi pengeluaran pertahanan terhadap PDB yang tetap di angka 1,5 persen, lebih rendah dari rata-rata dunia, menjadi dasar pernyataan tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen China untuk menjaga stabilitas keuangan domestik sembari tetap menjaga kekuatan pertahanannya.
Pertumbuhan Moderat, Prioritas Perdamaian Dunia
Lou Qinjian menjelaskan bahwa pertumbuhan moderat anggaran pertahanan ini tidak mengurangi komitmen China terhadap perdamaian dunia. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pertahanan nasional yang kuat merupakan kunci untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negara. "Dengan pertahanan nasional yang kuat, China dapat lebih baik menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan, serta lebih baik memenuhi tanggung jawab dan kewajiban internasional sebagai negara besar dan menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," tegas Lou.
Penjelasan ini bertujuan untuk mengklarifikasi bahwa peningkatan anggaran pertahanan tidak menunjukkan niat agresif, melainkan sebagai langkah proaktif untuk menjaga stabilitas regional dan global. China, sebagai negara besar, memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Meskipun angka pasti anggaran pertahanan 2025 belum diumumkan, pernyataan Lou Qinjian memberikan gambaran tentang prioritas pemerintah China: pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan perdamaian dunia. Angka pasti akan diumumkan setelah pembukaan sidang Kongres Rakyat Nasional.
Agenda Sidang Kongres Rakyat Nasional (NPC)
Konferensi pers tersebut juga membahas agenda sidang NPC yang akan berlangsung pada 5 Maret 2024. Terdapat tujuh agenda utama, termasuk pemeriksaan laporan kerja pemerintah, pemeriksaan laporan pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi dan sosial, dan pengkajian laporan anggaran pusat dan daerah. Agenda lainnya meliputi peninjauan Rancangan Undang-undang, laporan kerja NPC, laporan kerja Mahkamah Agung, dan laporan kerja Kejaksaan Agung.
Sidang NPC ini merupakan bagian dari sidang parlemen 'Dua Sesi' (Liang Hui) yang berlangsung pada 4-11 Maret 2024 di Beijing. Sidang ini melibatkan Kongres Rakyat Nasional (NPC) dan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC), yang melibatkan berbagai perwakilan masyarakat, mulai dari pengusaha hingga selebritas.
Sebagai badan legislatif tertinggi di China, NPC memiliki peran krusial dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi negara. Sidang tahunan ini menjadi momen penting bagi China untuk menetapkan kebijakan dan arah pembangunan nasional untuk tahun-tahun mendatang.
Sidang NPC juga menandai peringatan ke-70 tahun berdirinya NPC, yang telah menjalankan tugasnya sejak 15 September 1954. Selama tujuh dekade, NPC telah memainkan peran penting dalam pembangunan dan perkembangan China.
Kesimpulan
Pertumbuhan moderat anggaran pertahanan China pada 2025 menunjukkan keseimbangan antara peningkatan kekuatan militer dan komitmen terhadap perdamaian dunia. Sidang NPC yang akan datang akan menjadi forum penting untuk membahas berbagai agenda nasional, termasuk alokasi anggaran dan arah kebijakan negara untuk tahun-tahun mendatang. Pernyataan ini menegaskan kembali peran penting China dalam menjaga stabilitas global.