Biru School Alliance: Wujudkan Udara Bersih di Sekolah demi Generasi Sehat
Bicara Udara dan Accenture Indonesia luncurkan Biru School Alliance, program edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran akan polusi udara di sekolah-sekolah Jabodetabek dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa) bersama Accenture Indonesia meluncurkan program Biru School Alliance pada Januari 2025 di Jakarta. Program edukasi lingkungan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan anak-anak di sekolah-sekolah Jabodetabek. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara, mulai dari gangguan tumbuh kembang hingga penurunan prestasi akademik. Inisiatif ini penting karena sekolah berperan sebagai lingkungan belajar yang harus sehat dan mendukung perkembangan optimal siswa. Program ini dijalankan melalui pelatihan guru dan kegiatan interaktif di sekolah.
Program ini diinisiasi karena tingginya angka polusi udara yang berdampak serius pada kesehatan anak-anak. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di sekolah, sehingga lingkungan sekolah yang sehat menjadi sangat penting. Dengan meningkatkan kesadaran akan polusi udara sejak dini, diharapkan generasi mendatang dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Biru School Alliance merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak untuk melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk polusi udara. Melalui pendekatan holistik, program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Program ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk memprioritaskan isu polusi udara.
Membangun Kesadaran Lingkungan di Sekolah
Biru School Alliance menggunakan metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Program ini melibatkan sesi read aloud, lokakarya, dan diskusi bersama para ahli untuk menjelaskan konsep polusi udara dan cara mengatasinya. Alat edukasi interaktif dan aktivitas kreatif juga digunakan untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam di kalangan siswa dan tenaga pendidik. Sekolah didorong untuk menjadi agen perubahan dengan menerapkan kebijakan dan kebiasaan yang mendukung kualitas udara yang lebih baik.
Salah satu kegiatan utama adalah Training of Trainers yang telah dilaksanakan pada 4 dan 11 Januari 2025 di Jakarta Selatan. Delapan trainer berpengalaman telah dilatih untuk membimbing sekolah-sekolah di Jabodetabek dalam mengimplementasikan program ini secara efektif. Para trainer ini akan memastikan program sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan dapat diterapkan dengan baik di setiap sekolah.
"Bicara Udara melalui Biru School Alliance mengajak komunitas pendidikan mulai dari guru, murid, dan orang tua untuk menyuarakan hak akan udara bersih demi generasi masa depan yang lebih sehat," ujar Head of Program Bicara Udara, Primadita Rahma, saat memberikan pemaparan di SMA Regina Pacis Jakarta Barat. Beliau menekankan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.400 siswa dan 100 guru di 10 sekolah di Jabodetabek.
Tujuan dan Dampak Biru School Alliance
Tujuan utama Biru School Alliance adalah mengurangi polusi udara di lingkungan sekolah, membangun kebiasaan ramah lingkungan, dan menciptakan sekolah yang sehat serta berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Jabodetabek.
Dengan melibatkan seluruh komunitas sekolah, mulai dari siswa hingga orang tua, program ini menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Partisipasi aktif dari semua pihak sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Sekolah-sekolah yang terlibat didorong untuk menerapkan kebijakan yang mendukung kualitas udara yang lebih baik, seperti misalnya menanam pohon di lingkungan sekolah, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan mengoptimalkan pengelolaan sampah.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan kualitas udara di lingkungan sekolah dan menyediakan dukungan yang diperlukan.
Melalui pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, Biru School Alliance berpotensi besar untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dalam upaya mewujudkan udara bersih di sekolah-sekolah Indonesia.
Dengan adanya Biru School Alliance, diharapkan semakin banyak sekolah di Jabodetabek yang peduli terhadap kualitas udara dan berkontribusi aktif dalam mengatasi polusi udara demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.