BMKG Deteksi Siklon Tropis Courtney, Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa hingga Bali!
Siklon tropis Courtney di Samudra Hindia berpotensi menyebabkan gelombang laut tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya, BMKG imbau waspada bagi pemudik Lebaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi keberadaan siklon tropis Courtney yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah Indonesia. Siklon tersebut terpantau berada di Samudra Hindia, sekitar 1.370 kilometer sebelah selatan barat daya Jakarta, pada Kamis, 27 Maret 2024. Dampaknya diperkirakan akan terasa hingga H-3 Lebaran Idul Fitri di sejumlah perairan selatan Jawa hingga Bali. BMKG pun mengimbau masyarakat, terutama pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa siklon tropis Courtney memiliki kecepatan angin maksimum 70 knots atau 130 kilometer per jam dengan tekanan minimum sekitar 972 hPa. Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin siklon ini diprediksi akan meningkat hingga kategori tiga. Meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya berupa gelombang tinggi masih perlu diwaspadai.
BMKG memprediksi potensi gelombang tinggi ini akan berlangsung hingga Jumat pagi, 28 Maret 2024. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah, dan bahkan hingga 2,5 hingga 4 meter di perairan lainnya. Hal ini tentu saja berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan keselamatan para pemudik yang menggunakan jalur laut.
Waspada Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan
BMKG telah merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di beberapa perairan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba, Samudra Hindia selatan Bali, Laut Sawu bagian utara, Selat Sunda bagian utara, Perairan selatan Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan ekstra bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di wilayah tersebut.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu - Lampung, Perairan barat Lampung, Perairan barat Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT, Perairan P. Sabu - Kupang dan Pulau Rote, serta Laut Sawu bagian selatan. Wilayah-wilayah ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat potensi bahaya yang lebih besar.
BMKG menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca terkini. Perubahan kondisi cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi gelombang tinggi ini. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui berbagai kanal resmi BMKG.
Imbauan BMKG untuk Keselamatan Pemudik
Menjelang Lebaran Idul Fitri, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik yang menggunakan jalur laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi. Penyedia layanan transportasi laut juga diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan penumpang.
"Masyarakat, khususnya para pemudik Lebaran dan penyedia layanan transportasi, perlu meningkatkan kewaspadaan dan terus memperbaharui informasi cuaca dari BMKG, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman," himbau Andri Ramadhani.
Dengan memperhatikan peringatan dini dari BMKG dan selalu memperbarui informasi cuaca terkini, diharapkan masyarakat dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi akibat siklon tropis Courtney. Keselamatan dan kenyamanan perjalanan, terutama bagi para pemudik, harus tetap menjadi prioritas utama.
Selain itu, penting untuk selalu mengikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang terkait dengan keselamatan pelayaran. Dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak negatif dari siklon tropis Courtney dapat diminimalisir.