BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk di Banten, Waspada Banjir dan Longsor!
BMKG memperingatkan potensi cuaca buruk berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah Banten, terutama di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak; masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di wilayah Provinsi Banten. Peringatan ini disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas 1 Serang pada Jumat, 4 April 2024. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk ini meliputi beberapa kabupaten dan kota di Banten. Di Kabupaten Serang, wilayah yang perlu mewaspadai cuaca ekstrem adalah Ciruas, Kragilan, dan Baros. Sementara di Kabupaten Pandeglang, potensi cuaca buruk diperkirakan akan melanda Cibaliung, Cikeusik, Munjul, Cimanuk, Kaduhejo, Cadasari, Karang Tanjung, Cibitung, Koroncong, dan Majasari. Kota Serang juga tidak luput dari peringatan ini, dengan wilayah Kasemen, Walantaka, Curug, Cipocok Jaya, dan Taktakan yang berpotensi terkena dampak.
Tidak hanya itu, Kabupaten Lebak, khususnya wilayah Wanasalam, juga termasuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk. BMKG bahkan memperkirakan potensi meluasnya cuaca buruk hingga ke Kota Cilegon. Dengan demikian, peringatan dini ini mencakup wilayah yang cukup luas di Provinsi Banten, menuntut kesiapsiagaan dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG memprediksi cuaca buruk akan dimulai pada Jumat siang pukul 12.00 WIB di Kabupaten Serang. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui berbagai kanal informasi resmi BMKG.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam harus meningkatkan kewaspadaan agar cuaca buruk tidak menimbulkan korban jiwa," katanya. Imbauan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh cuaca buruk.
Peringatan dini ini juga menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana. Masyarakat di daerah rawan bencana perlu mempersiapkan diri dengan langkah-langkah antisipasi, seperti membersihkan saluran air, mengamankan barang-barang berharga, dan mengetahui jalur evakuasi jika terjadi bencana.
Langkah Antisipasi Cuaca Buruk
Menghadapi potensi cuaca buruk, beberapa langkah antisipasi perlu dilakukan oleh masyarakat. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
- Selalu pantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
- Bersihkan saluran air di sekitar rumah untuk mencegah genangan air.
- Amati kondisi lingkungan sekitar, waspadai tanda-tanda bencana seperti tanah retak atau air sungai yang meluap.
- Siapkan jalur evakuasi dan tempat evakuasi darurat.
- Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik jika terjadi cuaca buruk. Ikuti arahan dari pihak berwenang dan selalu utamakan keselamatan.
Peringatan dini BMKG ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif bagi masyarakat Banten untuk mengurangi risiko dampak negatif dari cuaca buruk. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana alam.