BPBD Bantul Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem
BPBD Bantul mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana dalam beberapa hari mendatang. Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menyatakan, "Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor." Pernyataan ini disampaikan langsung di Bantul pada Rabu, 2 April 2024.
BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat akan melanda beberapa wilayah di Yogyakarta, termasuk Kabupaten Bantul bagian utara dan tengah. Potensi ini tidak hanya terjadi pada hari Rabu, tetapi juga diperkirakan berlanjut hingga Kamis dan Jumat, dengan wilayah terdampak yang sedikit berbeda setiap harinya. Wilayah lain yang perlu mewaspadai potensi bencana ini adalah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul bagian utara dan tengah.
Waspada Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang
Aka Luk Luk Firmansyah juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, terutama di jalur-jalur yang rawan bencana seperti daerah yang berpotensi banjir dan longsor. "Waspadai juga potensi pohon tumbang saat cuaca kurang bersahabat. Apalagi pada jalur yang memiliki potensi ancaman bencana, seperti banjir dan longsor," tegasnya.
BPBD Bantul telah bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Seluruh personel telah disiagakan di pos induk maupun pos pantau yang tersebar di berbagai kelurahan. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan, "Untuk personel siaga 24 jam di pos kami masing-masing serta dibantu pos-pos pantau yang didirikan oleh masyarakat."
Kesigapan BPBD Bantul juga terlihat dari kesiapan personel yang berjumlah 180 orang. Mereka siap diterjunkan ke lapangan kapanpun dibutuhkan. Penempatan personel ini didistribusikan secara merata untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di seluruh wilayah Bantul.
Wilayah Rawan Bencana
Antoni Hutagaol juga menyebutkan beberapa wilayah di Bantul yang perlu mewaspadai potensi bencana lebih tinggi. "Untuk tanah longsor dan banjir yang perlu diwaspadai di wilayah Kecamatan Pundong, Imogiri, Piyungan, dan Dlingo," katanya. Pernyataan ini menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra di daerah-daerah tersebut.
BPBD Bantul menghimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat. Keselamatan dan kewaspadaan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini. Masyarakat juga dihimbau untuk segera melaporkan jika terjadi bencana di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kesiapsiagaan dari BPBD Bantul dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalisir. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana alam.