Butuh Langkah Luar Biasa Kembalikan Kejayaan Pendidikan Sumbar
Gubernur Sumbar Mahyeldi mendorong langkah-langkah revolusioner, termasuk perluasan sekolah berasrama dan regulasi penggunaan gadget, untuk mengembalikan kejayaan pendidikan di provinsi tersebut dan mencetak generasi unggul.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, menekankan perlunya langkah-langkah revolusioner untuk mengembalikan kejayaan pendidikan di provinsi tersebut dan mencetak generasi unggul. Pernyataan ini disampaikannya di Dharmasraya, Selasa (11/2), di mana ia menegaskan bahwa Sumbar harus kembali menjadi provinsi terdepan dalam bidang pendidikan.
Langkah-Langkah Strategis Menuju Pendidikan Unggul
Mahyeldi menjelaskan, salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah meningkatkan jumlah sekolah berasrama di berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Ia melihat ini sebagai strategi percepatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Selain itu, pemerintah provinsi juga tengah mempersiapkan peraturan daerah untuk membatasi penggunaan gadget pada anak-remaja, mengingat dampaknya terhadap konsentrasi belajar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga harus menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik. Pendidikan berkualitas, menurutnya, merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dan membutuhkan upaya luar biasa sejak dini.
Dukungan dari Sekolah Menengah Atas
Kepala SMA Negeri 5 Sumbar, Sukri, menyatakan komitmen sekolahnya untuk mendukung langkah-langkah strategis tersebut. SMA Negeri 5 Dharmasraya, misalnya, akan menerapkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis asrama secara penuh pada tahun ini. Sistem boarding school ini diharapkan dapat meminimalisir berbagai permasalahan yang dihadapi remaja saat ini.
Dengan sistem asrama, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih terkontrol dan kondusif. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa untuk fokus pada studi mereka dan mengurangi gangguan dari lingkungan sekitar. Pihak sekolah optimistis bahwa sistem boarding ini akan berkontribusi pada terciptanya generasi muda yang unggul dan berkarakter.
Tantangan dan Harapan
Penerapan kebijakan ini tentu akan menghadapi tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai. Pemerintah provinsi perlu memastikan kesiapan sekolah-sekolah dalam menjalankan sistem berasrama, termasuk penyediaan fasilitas yang layak dan tenaga pendidik yang profesional. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga penting untuk mendapatkan dukungan penuh terhadap kebijakan ini.
Namun, harapannya besar. Dengan langkah-langkah luar biasa ini, Sumbar diharapkan dapat kembali mencetak generasi cendikiawan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan program ini akan berdampak positif pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Komitmen dari semua pihak, baik pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita ini.
Kesimpulan
Upaya untuk mengembalikan kejayaan pendidikan di Sumatera Barat membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak. Langkah-langkah inovatif seperti perluasan sekolah berasrama dan regulasi penggunaan gadget merupakan langkah awal yang perlu didukung dan diimplementasikan secara efektif. Semoga upaya ini dapat menghasilkan generasi muda Sumbar yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.