Dedi Mulyadi Tolak Parsel Lebaran, Usul Salurkan Bantuan Langsung ke Masyarakat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menolak parsel Lebaran dan mengimbau agar bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga kurang mampu.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap pengiriman parsel Lebaran yang ditujukan kepadanya. Ia berpendapat bahwa bantuan berupa makanan tersebut akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Keputusan ini disampaikan Dedi di Bandung pada hari Kamis.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi mengusulkan agar dana yang diperuntukkan untuk parsel Lebaran dialihkan menjadi paket bantuan langsung kepada warga kurang mampu. Ia menyarankan nilai paket tersebut sebesar Rp150.000 per paket. Paket-paket ini, menurutnya, akan lebih tepat sasaran dan meringankan beban warga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kirimkan parsel ke warga berupa paket nilainya Rp150.000, antarkan ke tetangga, teman-teman yang kurang mampu di lingkungannya," ujar Dedi Mulyadi. Ia menekankan pentingnya bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya.
Usulan Inovatif: Salurkan Bantuan, Laporkan ke Gubernur
Dedi Mulyadi memberikan alternatif bagi masyarakat yang tetap ingin menyampaikan ucapan Lebaran kepadanya. Ia meminta agar masyarakat cukup mengirimkan kartu ucapan selamat Idul Fitri, disertai catatan mengenai penyaluran paket bantuan kepada warga kurang mampu. Dengan cara ini, niat baik masyarakat tetap tersampaikan, dan bantuan dapat tepat sasaran.
"Sampaikan ucapan Lebaran ke gubernur dalam bentuk kertas saja dikasih tulisan, 'Pak Gubernur Selamat Hari Raya Idul Fitri, titipan parselnya sudah saya berikan kepada Mak Acah, Mak Imih, Mak Inah', dan seterusnya. Sebutkan saja namanya," tutur Dedi Mulyadi. Inisiatif ini dinilai lebih efektif dan efisien dalam mendistribusikan bantuan.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa parsel yang dikirim kepadanya akan kurang bermanfaat. Ia lebih memilih agar bantuan tersebut dapat dinikmati langsung oleh mereka yang membutuhkan. "Ini kan bagus, kalau ada 100 orang yang kirim ke saya, misalnya mereka bisa memberi 10 orang berarti sudah ada 1.000 orang yang bisa dibantu. Dibandingkan ditumpukin di tempat saya enggak ada yang makan," ungkapnya.
Paket Bantuan Rp150.000: Solusi Tepat Sasaran
Gagasan Dedi Mulyadi untuk mengganti parsel Lebaran dengan paket bantuan senilai Rp150.000 dinilai sebagai solusi yang tepat sasaran. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi warga kurang mampu. Langkah ini juga dianggap sebagai bentuk kepedulian sosial yang lebih efektif dan berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan mengalihkan bantuan parsel kepada mereka yang membutuhkan, Dedi Mulyadi berharap dapat menciptakan dampak yang lebih besar dan bermakna bagi masyarakat Jawa Barat. Inisiatif ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Langkah Gubernur Jawa Barat ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai bahwa tindakan ini mencerminkan komitmen Dedi Mulyadi terhadap kesejahteraan masyarakat dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi pejabat publik lainnya untuk lebih fokus pada penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.