Direktur PLN Raih Gelar Doktor ITB, Temukan Solusi Integrasi Energi Terbarukan
Direktur Manajemen Risiko PLN, Suroso Isnandar, meraih gelar doktor cum laude dari ITB berkat penelitiannya tentang integrasi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan Indonesia.

Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, berhasil meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat cum laude. Prestasi membanggakan ini diraih berkat disertasinya yang fokus pada solusi integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan Indonesia. Penelitiannya memberikan kontribusi signifikan bagi upaya transisi energi berkelanjutan di Tanah Air.
Disertasi Suroso, berjudul 'Pendekatan Multiparadigma Berbasis Fuzzy Cognitive Multi Agent System (FC-MAS) pada Model Bisnis Pasar Kelistrikan Non-Kompetitif dan Regulasi Ketat dengan Integrasi Pembangkit Variable Renewable Energy', berhasil diselesaikan dan dipertahankan pada Jumat, 14 Maret 2024. Penelitian ini membahas model bisnis pasar kelistrikan Indonesia yang non-kompetitif dan memiliki regulasi ketat, dengan fokus pada peran PLN dalam menjaga keseimbangan daya, keandalan suplai, dan stabilitas sistem kelistrikan nasional.
Penelitian ini sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi PLN dalam mengelola sistem kelistrikan, termasuk kebijakan multisektor dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN. Integrasi energi terbarukan, khususnya Variable Renewable Energy (VRE), menjadi kunci dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Suroso berhasil menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi kompleksitas integrasi ini.
Integrasi Energi Terbarukan dan Sistem Multi-Agen
Suroso menggunakan pendekatan pemodelan multiparadigma dengan Multi Agent System (MAS), sebuah metode berbasis agen dengan arsitektur Belief-Desire-Intention (BDI). Metode ini memungkinkan setiap agen merepresentasikan dinamika sistem secara mandiri, sehingga mampu mensimulasikan interaksi kompleks antar variabel dalam sistem tenaga listrik yang diatur ketat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi jaringan.
Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi Fuzzy Cognitive Mapping ke dalam MAS. Integrasi ini memungkinkan sistem untuk menangani ketidakpastian dalam pengambilan keputusan terkait integrasi pembangkit VRE. Dengan demikian, sistem dapat lebih handal dalam memprediksi dan merespon fluktuasi energi dari sumber terbarukan.
Tim penguji memberikan apresiasi tinggi atas penelitian Suroso dan menyatakan disertasinya layak mendapatkan predikat cum laude. Dalam sidang doktoralnya, Suroso memaparkan tiga skenario simulasi: skenario Business as Usual (BIS), skenario penurunan emisi, dan skenario penetrasi VRE. Hasil simulasi memberikan gambaran yang komprehensif tentang dampak integrasi VRE terhadap sistem kelistrikan nasional.
Kontribusi dan Implikasi Penelitian
Kontribusi utama penelitian Suroso meliputi modifikasi model Multi Agent System dengan penambahan interface engine cognitive system berbasis fuzzy logic thinking, serta optimalisasi perencanaan operasi sistem dan penyaluran tenaga listrik. Penelitian ini juga memberikan wawasan berharga tentang dampak penetrasi pembangkit VRE terhadap sistem tenaga listrik, termasuk proyeksi perubahan pola konsumsi, penurunan permintaan listrik dari jaringan, dan implikasi finansial bagi PLN dan pemangku kepentingan lainnya.
Suroso berharap disertasinya dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan strategi dan kebijakan terkait integrasi energi terbarukan di Indonesia. Temuan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target transisi energi yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Dengan keberhasilan Suroso ini, diharapkan akan semakin banyak inovasi dan solusi yang muncul untuk mengatasi tantangan dalam integrasi energi terbarukan di Indonesia. Hal ini akan mempercepat tercapainya target transisi energi dan mewujudkan sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan dan andal.