Dishub Simeulue Tambah Jadwal Pelayaran Kapal Feri Jelang Lebaran 2025
Dinas Perhubungan Simeulue menambah jadwal pelayaran kapal feri dari dan ke Pulau Simeulue untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik Lebaran 2025.

Banda Aceh, 24 Maret 2024 - Jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H atau 2025 M, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Simeulue, Aceh, mengumumkan penambahan jadwal pelayaran kapal feri untuk melayani rute antara Pulau Sumatra dan Kabupaten Simeulue. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi selama musim mudik.
Menurut Kepala Dishub Kabupaten Simeulue, Muliawan Rohas, penambahan jadwal ini akan berlangsung mulai tanggal 25 Maret hingga 30 Maret 2025. "Penambahan jadwal pelayaran ini bertujuan agar masyarakat yang mudik ke Pulau Simeulue maupun ke daratan Sumatra dapat merayakan hari raya bersama keluarga," ujarnya dalam keterangan pers di Simeulue, Senin.
Langkah antisipatif ini diambil mengingat Pulau Simeulue, sebagai wilayah kepulauan terluar Aceh di Samudra Hindia, berjarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Sumatra. Ketersediaan transportasi laut yang memadai menjadi krusial bagi mobilitas warga, terutama saat momen-momen penting seperti Lebaran.
KMP yang Beroperasi dan Rute Pelayaran
Sejumlah kapal motor penyeberangan (KMP) akan beroperasi selama periode mudik Lebaran, melayani rute dari dan ke Pulau Simeulue. KMP yang terlibat meliputi KMP Aceh Hebat 1, KMP Teluk Sinabang, KMP Aceh Hebat, dan KM L Malahayati. Rute-rute yang dilayani mencakup Pelabuhan Sinabang (Simeulue) menuju Pelabuhan Calang (Aceh Jaya) dan sebaliknya; Pelabuhan Sinabang menuju Pelabuhan Singkil (Aceh Singkil) dan sebaliknya; serta Pelabuhan Sinabang menuju Pelabuhan Labuhan Haji (Aceh Selatan) dan sebaliknya.
Kapten KMP Aceh Hebat 1, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa penambahan jadwal pelayaran dari Pelabuhan Sinabang didorong oleh lonjakan jumlah penumpang. "Penambahan jadwal pelayaran dilakukan mulai 25 hingga 30 Maret 2025 karena peningkatan penumpang mudik dari sejumlah pelabuhan di daratan Sumatra, maupun dari Pelabuhan Sinabang," kata Muhammad Nur.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Rahmad, seorang mahasiswa asal Simeulue yang kuliah di daratan Aceh, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penambahan jadwal kapal feri. "Kami sebagai mahasiswa yang kuliah di daratan Aceh tentu terbantu dengan adanya jadwal tambahan keberangkatan kapal feri ini, sehingga kami bisa berlebaran bersama keluarga di kampung," tuturnya.
Pentingnya Konektivitas Pulau Simeulue
Pulau Simeulue, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999, memiliki 10 kecamatan dan 138 gampong (desa) dengan populasi sekitar 98 ribu jiwa. Peningkatan frekuensi pelayaran kapal feri selama musim mudik menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan konektivitas yang lancar bagi warga Simeulue, terutama dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Penambahan jadwal pelayaran ini diharapkan dapat mencegah penumpukan penumpang di pelabuhan dan memastikan kelancaran perjalanan mudik bagi seluruh warga Simeulue yang berada di luar pulau. Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya, khususnya dalam hal aksesibilitas transportasi.
Dengan adanya penambahan jadwal ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan nyaman dan lancar. Pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut demi kesejahteraan masyarakat Simeulue.