Penyeberangan Situbondo-Madura Kembali Beroperasi di H2 Lebaran
Penyeberangan Situbondo-Madura kembali aktif di hari kedua Lebaran, melayani penumpang dan kendaraan yang melakukan kunjungan silaturahmi.

Penyeberangan laut dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, menuju beberapa pulau di Kabupaten Sumenep, Madura, kembali beroperasi pada hari kedua Lebaran (H2) Idul Fitri 1446 H. Dua kapal feri, KMP Munggiyango Hulalo dan KMP Wicitra Dharma I, melayani rute ini, menghubungkan masyarakat Situbondo dengan sanak saudara di Madura.
Aktivitas penyeberangan ini menandai kembalinya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran. Meskipun bukan arus balik, penumpang yang menyeberang merupakan mereka yang melakukan kunjungan silaturahmi Lebaran. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk tetap menjalin tali silaturahmi meskipun libur telah berakhir.
Kesiapan operasional penyeberangan ini menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Dengan beroperasinya kembali jalur penyeberangan ini, diharapkan dapat memperlancar arus kunjungan silaturahmi dan mempermudah akses masyarakat antara Situbondo dan Madura.
Dua Kapal Feri Layani Penumpang
KMP Wicitra Dharma I melayani rute Jangkar-Raas-Sapudi-Kalianget, berangkat pukul 09.00 WIB dengan mengangkut 198 penumpang, 30 kendaraan roda dua, 6 kendaraan roda empat, dan 2 truk barang. Sementara itu, KMP Munggiyango Hulalo melayani rute Jangkar-Kalianget, berangkat pukul 10.45 WIB dengan membawa 170 penumpang, 50 kendaraan roda dua, dan 6 truk barang.
Jumlah penumpang dan kendaraan yang diangkut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalur penyeberangan ini. Hal ini juga menunjukkan pentingnya peran penyeberangan laut dalam menghubungkan wilayah Situbondo dan Madura.
Menurut Kasi Teknik Kepelabuhanan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi di Pelabuhan Jangkar, Tri Wahyono, pengguna jasa penyeberangan tersebut bukan merupakan arus balik Lebaran, melainkan kunjungan silaturahmi. Ini menunjukkan bahwa momentum Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi keluarga dan kerabat di pulau-pulau sekitar Madura.
Antisipasi Arus Balik dan Layanan Gratis
Meskipun arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada tanggal 8 April 2025, pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut. Tri Wahyono menambahkan bahwa akan ada tiga trip kapal feri gratis dari Pulau Raas ke Pelabuhan Jangkar dan Sapudi-Jangkar yang akan dimulai pada tanggal 9, 10, dan 11 April 2025. Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang.
Layanan kapal feri gratis ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam hal aksesibilitas transportasi.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat kembali ke tempat asal dengan nyaman dan aman. Pemerintah daerah terus memantau dan melakukan evaluasi untuk memastikan kelancaran transportasi laut selama periode arus balik.
Operasional kembali penyeberangan Situbondo-Madura ini menjadi bukti pentingnya konektivitas antar pulau. Dengan terjaminnya akses transportasi laut, diharapkan perekonomian dan hubungan sosial masyarakat di kedua wilayah dapat terus berkembang.