Sumsel Siagakan 920 Personel Hadapi Arus Balik Lebaran 2025
Antisipasi kemacetan arus balik Lebaran 2025, Dishub Sumsel siagakan 920 personel dan operasikan kembali ruas Tol Palembang-Betung.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap menghadapi arus balik Lebaran 1446 Hijriah atau 2025 dengan menyiagakan sebanyak 920 personel. Personel tersebut akan disebar di 17 kabupaten dan kota di Sumsel untuk memastikan kelancaran lalu lintas darat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi potensi kemacetan yang kerap terjadi selama periode arus balik Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Arinarsa JS, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menghadapi lonjakan kendaraan saat arus balik. "Antisipasi kemacetan untuk arus balik nanti tetap kita lakukan. Ketika ada kemacetan, petugas di lapangan akan melakukan penguraian sesegera mungkin. Kita juga masih menyiagakan 920-an personel Dishub se-Sumsel untuk membantu lalu lintas," ujarnya di Palembang, Kamis (3/4).
Selain penambahan personel, Dishub Sumsel juga mengambil langkah strategis lain untuk mengurai kemacetan. Salah satunya adalah dengan kembali mengoperasikan ruas Tol Palembang-Betung Seksi 2, Gerbang Tol Rengas/Musi Landas-Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin. Ruas tol sepanjang 33 kilometer ini akan beroperasi mulai 2 Maret hingga 8 Maret 2025.
Strategi Mengurai Kemacetan Arus Balik
Pengoperasian kembali ruas Tol Palembang-Betung bertujuan untuk memberikan alternatif jalur bagi pemudik yang menuju Palembang dari arah Jambi atau Betung. Tol tersebut akan diberlakukan satu arah dari Pangkalan Balai menuju Musi Landas pada periode tersebut, beroperasi dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. "Tol yang difungsionalkan akan diberlakukan satu arah dari Pangkalan Balai-Musi Landas pada 2-8 Maret 2025. Pemudik yang membawa kendaraan roda empat dari arah Jambi atau Betung menuju Palembang bisa masuk melalui tol," jelas Arinarsa.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kendaraan dari arah Palembang menuju Jambi tetap akan dialihkan melalui jalur biasa. Hal ini dilakukan karena diperkirakan jumlah kendaraan yang menuju Palembang dari arah Jambi akan lebih tinggi selama arus balik. "Karena saat arus balik jumlah kendaraan akan lebih tinggi dari arah Jambi ke Palembang," tambah Arinarsa.
Dengan demikian, strategi ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama dan memperlancar arus balik Lebaran 2025. Dishub Sumsel berkomitmen untuk terus memantau situasi lalu lintas dan melakukan tindakan cepat jika terjadi kemacetan.
Antisipasi Kemacetan di Berbagai Titik
Selain fokus pada pengoperasian ruas tol, Dishub Sumsel juga telah mempersiapkan sejumlah posko dan titik pengamanan di berbagai lokasi rawan kemacetan. Personel yang disiagakan akan bertugas untuk mengatur lalu lintas, memberikan bantuan kepada pemudik, dan menangani berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di jalan raya. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait juga akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik.
Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan Dishub Sumsel ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melakukan perjalanan balik ke daerah asal setelah merayakan Lebaran. Dengan adanya penambahan personel dan strategi pengaturan lalu lintas yang terencana, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti.
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap kerjasama dari seluruh pemudik untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan selalu berhati-hati selama perjalanan. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama dalam upaya menciptakan arus balik Lebaran yang lancar dan tertib.
Dengan kesiapan yang matang dari berbagai pihak, diharapkan arus balik Lebaran 2025 di Sumatera Selatan dapat berjalan lancar dan aman. Semoga para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.