Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Manggarai Timur, NTT; BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Manggarai Timur, NTT pada Kamis malam, 27 Februari 2024, namun BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis malam, 27 Februari 2024, pukul 22.53 WIB. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 41 kilometer Timur Laut Borong, dengan koordinat 8,44 lintang selatan dan 120,82 bujur timur. Meskipun kekuatannya cukup signifikan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui laman resminya, bmkg.go.id. Kedalaman gempa tercatat mencapai 161 kilometer. Meskipun tidak menimbulkan tsunami, guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah, khususnya di Waingapu, dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).
Skala intensitas II-III MMI menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
Gempa Bumi di Manggarai Timur: Analisis BMKG
BMKG mencatat bahwa gempa bumi di Manggarai Timur merupakan jenis gempa bumi menengah. Hal ini disebabkan oleh kedalaman hiposenter gempa yang cukup dalam, yaitu 161 kilometer. Gempa jenis ini umumnya disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik. Wilayah Nusa Tenggara Timur memang dikenal sebagai wilayah yang rawan gempa bumi karena letaknya yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik.
Meskipun gempa bumi magnitudo 5,2 tergolong cukup kuat, namun karena kedalamannya yang signifikan, dampak guncangan di permukaan relatif lebih kecil. Hal ini menjelaskan mengapa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hanya dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Waingapu. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Meskipun BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami, penting untuk tetap siaga dan memahami langkah-langkah evakuasi jika terjadi gempa bumi susulan yang lebih kuat. Informasi resmi dari BMKG tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dalam situasi seperti ini.
Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Skala Intensitas Gempa
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) merupakan skala yang digunakan untuk mengukur intensitas guncangan gempa bumi di suatu tempat berdasarkan dampak yang dirasakan oleh manusia dan bangunan. Skala ini berbeda dengan skala magnitudo yang mengukur kekuatan gempa di pusat gempa. Skala MMI berkisar dari I hingga XII, dengan I menunjukkan getaran yang hampir tidak terasa hingga XII yang menunjukkan kerusakan total.
Dalam kasus gempa bumi di Manggarai Timur, intensitas II-III MMI di Waingapu menunjukkan bahwa guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Ini menunjukkan bahwa dampak gempa di permukaan relatif kecil, sejalan dengan kedalaman hiposenter gempa yang cukup dalam.
BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya terkait aktivitas seismik di Indonesia.
Kejadian gempa bumi ini sekali lagi mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Mempelajari langkah-langkah evakuasi dan memiliki rencana kontijensi keluarga dapat membantu meminimalisir dampak negatif jika terjadi bencana.