Gubernur dan Kapolda Sulteng Awasi PSU Pilkada Banggai, Pastikan Proses Aman dan Tertib
Gubernur dan Kapolda Sulteng mengawasi ketat Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di Banggai, memastikan proses berjalan aman dan tertib dengan pengamanan maksimal dari aparat gabungan.

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di dua kecamatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mendapat pengawasan ketat dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho. Mereka tiba di Banggai pada Sabtu, 05 April, menggunakan Helikopter Polairud P-3203 dari Kota Palu. PSU ini dilaksanakan setelah adanya permasalahan pada Pilkada sebelumnya yang membutuhkan proses pemungutan suara ulang untuk memastikan keadilan dan integritas pemilihan.
Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho, menyatakan bahwa hingga saat ini, PSU di Kecamatan Simpang Raya dan Toili berjalan aman dan tertib. Hal ini berkat kesigapan personel kepolisian yang telah berjaga sejak dini. "Kepolisian telah melakukan berbagai upaya deteksi dini terhadap segala potensi gangguan keamanan," jelasnya. Kehadiran gubernur dan kapolda ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses demokrasi berjalan lancar dan bebas dari gangguan.
Pengamanan yang dilakukan bukan hanya terfokus pada hari pelaksanaan PSU saja. Kapolda menekankan bahwa pengamanan juga dilakukan sejak proses pendistribusian logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), selama proses pleno, hingga penetapan hasil. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengawal seluruh tahapan PSU agar berjalan dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi. Langkah ini bertujuan untuk mencegah potensi kecurangan dan memastikan hasil PSU mencerminkan suara rakyat.
Pengamanan Maksimal dan Sinergitas Antar Lembaga
Untuk memastikan PSU berjalan lancar, Kapolda meminta seluruh personel keamanan untuk bersinergi dengan berbagai pihak terkait. Kerjasama ini melibatkan KPU, Bawaslu, TNI, pemerintah daerah, dan petugas TPS. Sinergitas ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses PSU berlangsung. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan potensi konflik dan gangguan keamanan dapat diminimalisir.
Netralitas anggota Polri juga menjadi poin penting yang ditekankan Kapolda. Personel kepolisian diinstruksikan untuk aktif melakukan pemantauan dan patroli intensif. Hal ini untuk mencegah potensi pelanggaran dan memastikan proses pemungutan suara berlangsung jujur dan adil. Patroli yang intensif juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.
Selain peran aparat keamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat. "Dukungan masyarakat juga tentu menjadi hal utama agar PSU ini bisa terselenggara dengan baik," ujarnya. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan menjaga keamanan menjadi faktor krusial untuk kesuksesan PSU.
Personel Gabungan dan Harapan Kapolda
Pengamanan PSU di Kabupaten Banggai melibatkan kekuatan besar. Kapolda mengungkapkan bahwa setidaknya 521 personel gabungan dari Polres Banggai dan Satbrimob Polda Sulteng dikerahkan untuk mengamankan proses PSU. Jumlah personel yang cukup besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama PSU berlangsung. Hal ini juga memberikan jaminan keamanan bagi para pemilih dan petugas TPS.
Kapolda berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal dan mengamankan PSU. Dengan kerjasama antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan PSU di dua kecamatan ini dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga proses demokrasi yang bersih dan adil.
PSU Pilkada di Banggai menjadi contoh penting bagaimana pemerintah daerah dan aparat keamanan bekerja sama untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Dengan pengawasan ketat dan pengamanan maksimal, diharapkan PSU ini dapat menghasilkan hasil yang sah dan diterima oleh seluruh pihak.