Gubernur Koster Awali Masa Jabatan dengan Inspeksi Apel HUT Denpasar ke-237
Gubernur Bali Wayan Koster langsung terjun ke lapangan, memimpin apel peringatan HUT Kota Denpasar ke-237, dan menjabarkan sejumlah agenda prioritas untuk 100 hari ke depan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, memulai masa jabatan periode keduanya dengan memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Denpasar ke-237 pada Kamis, 27 Februari 2024. Ini menjadi penugasan pertamanya di lapangan setelah dilantik, mengesampingkan retret kepala daerah di Magelang. Koster yang telah tiba di Bali sejak Selasa, 25 Februari 2024, bekerja dari rumah pada hari Rabu sebelum memimpin apel di Lapangan Lumintang, Denpasar, tepat pukul 07.30 WITA.
Dalam kesempatan tersebut, Koster menyampaikan bahwa hari pertamanya sebagai gubernur dimulai di Kota Denpasar. Ia menekankan pentingnya peran Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali, sehingga pembangunannya memerlukan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, kabupaten/kota lain, dan seluruh elemen masyarakat. Koster juga menyampaikan telah menyiapkan agenda prioritas untuk 100 hari ke depan masa jabatannya bersama Wakil Gubernur Giri Prasta.
"Sejumlah agenda mendesak sudah dirancang untuk dikerjakan," ujar Koster. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Koster untuk segera bertindak dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Bali, khususnya di Kota Denpasar.
Agenda Prioritas 100 Hari Pertama
Gubernur Koster memaparkan tema HUT Kota Denpasar tahun ini, "Bergerak Bersama Menuju Denpasar Maju", memiliki makna yang sangat penting. Menurutnya, permasalahan di Denpasar merupakan permasalahan bersama seluruh Bali. Keberhasilan Denpasar mencerminkan keberhasilan Bali secara keseluruhan, dan sebaliknya.
Pembangunan Kota Denpasar, lanjut Koster, merupakan bagian integral dari kerangka pembangunan Bali lima tahun ke depan (2025-2030). Hal ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali era baru, yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Visi ini merupakan implementasi dari Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 tahun Bali Era Baru Tahun 2025-2125.
Koster juga menyinggung sejumlah masalah krusial yang perlu ditangani di Kota Denpasar, antara lain: permasalahan sampah, kemacetan lalu lintas, ketersediaan air bersih, banjir, keamanan, infrastruktur, transportasi, kelestarian ekosistem alam, budaya, sosial, dan berbagai bentuk ketidaktertiban. Pemprov Bali berkomitmen untuk turun langsung mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.
"Jadi Pemprov Bali akan terjun langsung mengatasi sejumlah masalah krusial, kemacetan, sampah, ketersediaan air, dan juga berbagai permasalahan yang muncul, kriminalitas yang cenderung meningkat, ini yang harus kita atasi agar Bali ini kondusif," tegas Gubernur Koster.
Sinergi Pembangunan Denpasar dan Bali
Pidato Koster dalam apel tersebut menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam membangun Denpasar. Ia mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi kota ini. Keterlibatan aktif dari Pemprov Bali, pemerintah daerah lain, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai Denpasar yang maju dan sejahtera.
Dengan menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan budaya, Koster berharap Denpasar dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Bali dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun Bali secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Koster juga menyampaikan bahwa agenda 100 hari ke depan akan fokus pada penyelesaian masalah-masalah mendesak yang telah diidentifikasi. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Koster di periode kedua akan langsung berfokus pada aksi nyata dan terukur.
Dengan adanya komitmen dan langkah nyata yang telah dicanangkan, diharapkan pembangunan Kota Denpasar akan semakin terarah dan terintegrasi dengan pembangunan Bali secara keseluruhan. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Bali.
Kehadiran Gubernur Koster di apel HUT Denpasar ke-237 menjadi simbol komitmen Pemprov Bali untuk mendukung pembangunan kota tersebut. Semoga dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, Denpasar dapat terus berkembang dan menjadi kota yang maju, aman, dan nyaman bagi warganya.