HPMPI Desak Pertamina Perbaiki Distribusi BBM dan Elpiji Pasca Kasus Hukum Petinggi BUMN
Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mendesak Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM dan elpiji pasca tersandungnya kasus hukum salah satu petinggi BUMN tersebut, demi ketersediaan energi yang merata.

Bengkulu, 27 Februari 2024 - Ketua Umum DPP Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, mendesak PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan pengawasan dan profesionalisme dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji. Desakan ini muncul setelah salah satu petinggi BUMN tersebut tersangkut kasus hukum.
"Kami mengajak Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pembenahan menyeluruh dan maksimal dalam sistem distribusi energi," ujar Steven melalui pesan elektronik yang diterima di Bengkulu, Rabu. Pernyataan ini menekankan urgensi perbaikan sistem distribusi yang saat ini dirasa kurang optimal.
Imbauan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan potensi penyimpangan distribusi BBM dan elpiji yang dapat merugikan masyarakat. HPMPI mendorong pengawasan yang lebih ketat dari hulu hingga hilir untuk memastikan penyaluran yang adil dan merata.
Peran Pertashop dan Pengawasan yang Lebih Ketat
Steven menekankan pentingnya pengawasan ketat di seluruh lini penyaluran, mulai dari SPBU, Pertashop, SPBE, hingga agen elpiji. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan energi yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Menurutnya, profesionalisme dalam penyaluran BBM dan elpiji harus dijaga agar pasokan energi sampai ke masyarakat sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku.
"Hal ini penting untuk mencegah praktik yang dapat merugikan masyarakat, seperti penimbunan BBM, penyalahgunaan elpiji subsidi, dan distribusi yang tidak tepat sasaran," tegas Steven. Ia menambahkan bahwa pengawasan yang lebih ketat akan berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan di Pertashop dan SPBU.
Peningkatan kualitas layanan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah terpencil yang bergantung pada Pertashop sebagai sumber utama BBM berkualitas. Pertashop, menurut Steven, memiliki peran krusial dalam menjangkau daerah-daerah yang jauh dari SPBU.
Oleh karena itu, HPMPI berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pertamina dalam meningkatkan pengawasan dan efektivitas distribusi BBM dan elpiji di seluruh Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memastikan sistem distribusi berjalan lancar tanpa hambatan yang merugikan masyarakat.
Pentingnya Koordinasi dan Teknologi
HPMPI berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara Pertamina, pemerintah, dan pelaku usaha di sektor energi. Koordinasi yang baik akan memastikan proses distribusi berjalan lancar dan sesuai standar operasional. Pertamina juga didorong untuk melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh mitra bisnisnya, termasuk pengusaha Pertashop dan agen elpiji.
Steven juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Sistem digitalisasi dan pemantauan berbasis data dapat mengontrol distribusi BBM dan elpiji, meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan, dan meningkatkan transparansi serta kepercayaan publik. Hal ini sejalan dengan harapan berbagai pihak akan pengawasan yang ketat dan profesionalisme dalam distribusi BBM dan elpiji.
Dengan demikian, upaya untuk memastikan ketersediaan energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia dapat terwujud. HPMPI berharap Pertamina dapat merespon desakan ini dengan serius dan segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk memperbaiki sistem distribusi BBM dan elpiji.
Melalui pengawasan yang lebih ketat dan pemanfaatan teknologi, diharapkan distribusi BBM dan elpiji akan lebih transparan dan terpercaya, serta menjamin ketersediaan energi yang merata untuk seluruh masyarakat Indonesia.