Indonesia Berpeluang Pimpin Dunia Islam, Wamenlu Dorong Diplomasi Kemanusiaan
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta optimis Indonesia dapat memimpin dunia Islam lewat diplomasi kemanusiaan, ditandai dengan penggalangan dana untuk Palestina dan kerja sama pengembangan vokasi.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, menyatakan keyakinan bahwa Indonesia berpotensi besar memimpin dunia Islam. Hal ini disampaikan Anis dalam acara Pelepasan Tim Kemanusiaan untuk Palestina di Jakarta, Kamis (27/2). Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia Islam, dinilai memiliki kapasitas untuk menjalankan peran kepemimpinan tersebut, sebuah harapan besar yang kini tertuju pada bangsa Indonesia.
Anis Matta menekankan pentingnya peran Indonesia dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia Islam. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya retorika. "Memimpin itu memberi," tegas Anis, menunjukkan komitmen Indonesia untuk aktif berkontribusi dalam kancah internasional.
Sebagai langkah awal, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memulai inisiatif diplomasi kemanusiaan, dengan fokus pada isu Palestina. Inisiatif ini melibatkan koordinasi dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menggalang dana bantuan kemanusiaan. Target penggalangan dana untuk Palestina ditargetkan mencapai US$ 200 juta (sekitar Rp3,2 triliun).
Diplomasi Kemanusiaan: Palestina dan Balkan
Kemlu RI menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa sebagai sekretariat pengelola dana yang terkumpul dari LSM. Langkah ini menunjukkan komitmen Kemlu untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan. Selain Palestina, diplomasi kemanusiaan ini juga akan merambah ke wilayah Balkan di Eropa, dimulai dengan Kroasia.
Kunjungan ke Kroasia akan fokus pada pembangunan Islamic Center untuk komunitas Muslim di sana. Hal ini disampaikan Anis Matta setelah bertemu dengan Mufti Kroasia yang telah menyampaikan proposal pembangunan tersebut. Bantuan untuk proyek ini akan disalurkan melalui Indonesian Aid.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperluas jangkauan diplomasi kemanusiaannya, tidak hanya terbatas pada wilayah Timur Tengah, tetapi juga mencakup wilayah Eropa. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan citra dan perannya di dunia internasional.
Kerja Sama Vokasi dan Peningkatan Diaspora
Selain diplomasi kemanusiaan, Wamenlu Anis Matta juga menyoroti peluang kerja sama di bidang vokasi. Banyak negara Eropa, seperti Albania, Hongaria, dan Jerman, menunjukkan permintaan tinggi akan tenaga kerja terampil dari Indonesia, khususnya di sektor hospitality. Angka permintaan mencapai puluhan ribu tenaga kerja.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, Kemlu akan bekerja sama langsung dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan membuka peluang kerja yang luas bagi lulusan SMK. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan jumlah diaspora Indonesia di berbagai negara Eropa.
Kerja sama ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan daya saing di pasar internasional. Dengan meningkatnya jumlah diaspora, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat pengaruh dan posisinya di dunia internasional.
Dengan menggabungkan diplomasi kemanusiaan dan kerja sama vokasi, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjalankan peran kepemimpinan di dunia Islam. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan memberikan kontribusi positif bagi dunia.