Jalur Ciamis-Manonjaya Longsor, KA Turangga dan Malabar Gunakan Jalur Alternatif
Guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI Daop 2 Bandung menerapkan pola operasi memutar untuk KA Turangga dan Malabar akibat jalur Ciamis-Manonjaya yang terdampak longsor.

Bandung, 28 Maret 2024 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memberlakukan pola operasi memutar bagi Kereta Api (KA) Turangga relasi Bandung-Surabaya Gubeng dan KA Malabar relasi Bandung-Malang. Hal ini disebabkan oleh jalur kereta api Ciamis-Manonjaya yang belum aman akibat longsor dan tengah dalam perbaikan. Perbaikan jalur tersebut menyebabkan gangguan perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa Barat.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa KA Turangga dan KA Malabar akan dialihkan melalui jalur utara, yakni Bandung - Cikampek - Cirebon. Keputusan ini diambil untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan perjalanan para penumpang. Selain itu, KAI juga menyiapkan skenario perpindahan penumpang untuk KA Pangandaran dan KA Serayu menggunakan moda transportasi bus di sejumlah stasiun.
"Bagi pelanggan yang tidak berkenan berangkat, dapat melakukan pembatalan tiket hingga H+7 jadwal keberangkatan dan akan mendapatkan pengembalian dana 100 persen sesuai harga tiket," jelas Kuswardojo dalam keterangan resminya. Pembatalan tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun terdekat atau aplikasi Access by KAI. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Contact Center KAI 121, situs resmi KAI, dan akun media sosial resmi KAI.
Jalur Alternatif dan Upaya Perbaikan
Pengalihan jalur kereta api ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang. Namun, KAI Daop 2 Bandung menegaskan komitmennya untuk memberikan solusi terbaik dan memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat gangguan ini. KAI berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik agar perjalanan tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," ujar Kuswardojo.
Proses perbaikan jalur rel di lintas Ciamis-Manonjaya tengah dilakukan secara intensif oleh KAI Daop 2 Bandung. Puluhan petugas dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi jalur tersebut. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, juga dilakukan untuk mendukung proses perbaikan.
"KAI Daop 2 mengerahkan puluhan petugas KAI untuk terjun langsung melakukan perbaikan di jalur tersebut. Selain itu, KAI Daop 2 juga bersinergi dengan jajaran kewilayahan setempat termasuk TNI dan POLRI yang memberikan bantuan dalam penanganan ini," tambah Kuswardojo. Pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan proses perbaikan berjalan lancar dan efektif.
Skenario Perpindahan Penumpang
Selain pengalihan jalur untuk KA Turangga dan Malabar, KAI juga menerapkan skenario perpindahan penumpang untuk KA Pangandaran dan KA Serayu. Penumpang KA Pangandaran akan dipindahkan di Stasiun Manonjaya, Stasiun Ciamis, dan Stasiun Banjar, sedangkan penumpang KA Serayu akan dipindahkan di Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Ciamis. Moda transportasi bus disediakan untuk memastikan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan mereka.
KAI Daop 2 Bandung terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Informasi mengenai jadwal keberangkatan dan perubahan rute akan diinformasikan secara berkala melalui berbagai kanal resmi KAI. KAI berharap agar para penumpang dapat memahami situasi dan tetap bersabar selama proses perbaikan jalur berlangsung.
Langkah-langkah yang diambil oleh KAI Daop 2 Bandung ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Meskipun terjadi kendala akibat longsor, KAI berupaya untuk meminimalisir dampaknya dan memastikan perjalanan kereta api tetap dapat beroperasi dengan aman.
Perbaikan jalur Ciamis-Manonjaya diharapkan dapat segera selesai sehingga perjalanan kereta api dapat kembali normal. KAI Daop 2 Bandung akan terus berupaya maksimal dalam melakukan perbaikan dan memberikan informasi terupdate kepada masyarakat.