KAI Daop 7 Madiun Pantau Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran 2025
PT KAI Daop 7 Madiun mencatat lonjakan penumpang arus balik Lebaran 2025 hingga 126.843 keberangkatan dan 176.279 kedatangan, dengan Stasiun Madiun sebagai yang tersibuk; KAI menyediakan solusi tiket alternatif dan tarif hemat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan volume penumpang selama arus balik Lebaran 2025. Hingga Jumat, 4 April 2025, tercatat 13.094 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 Madiun. Secara keseluruhan, sejak 21 Maret hingga 4 April 2025, total keberangkatan mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu 126.843 penumpang. Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.
Tidak hanya keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang juga mengalami peningkatan. Pada H+3 Lebaran, tercatat 10.201 penumpang tiba di wilayah Daop 7 Madiun. Secara kumulatif, sejak 21 Maret hingga 4 April 2025, jumlah penumpang yang tiba mencapai 176.279 orang. Data ini menunjukkan besarnya arus balik Lebaran yang melewati wilayah operasional Daop 7 Madiun.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi. Pihak KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang yang menggunakan jasa kereta api selama periode arus balik ini. Berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan para penumpang.
Layanan Tambahan dan Tarif Hemat KAI Daop 7 Madiun
Sebagai upaya mengakomodasi tingginya permintaan tiket, KAI Daop 7 Madiun menyediakan fitur Connecting Train atau Kereta Sambungan. Fitur ini menjadi alternatif bagi penumpang jika tiket kereta tujuan utama sudah habis. "Hingga saat ini, masih tersedia 138 tiket untuk keberangkatan menuju Jakarta Pasar Senen pada periode 5-11 April 2025. Sementara untuk rute seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang, tiket masih cukup tersedia," ujar Rokhmad Makin Zainul.
Selain itu, untuk meringankan beban masyarakat, Daop 7 Madiun juga menawarkan program Tarif Hemat Lebaran. Program ini berlaku untuk rute Madiun-Solo dan Madiun-Yogyakarta, menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau. Pemesanan tiket dengan tarif hemat ini dapat dilakukan mulai H-3 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal penjualan resmi lainnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi kereta api.
KAI Daop 7 Madiun juga terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan moda transportasi kereta api dengan lebih mudah dan terjangkau, terutama selama periode arus balik Lebaran.
Stasiun dengan Volume Penumpang Tertinggi
Data volume penumpang di Daop 7 Madiun dari tanggal 21 Maret hingga 4 April 2025 menunjukkan Stasiun Madiun sebagai stasiun dengan volume penumpang tertinggi, mencapai 43.296 penumpang. Berikut rincian lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi:
- Stasiun Madiun: 43.296 penumpang
- Stasiun Kediri: 15.080 penumpang
- Stasiun Jombang: 11.545 penumpang
- Stasiun Blitar: 9.682 penumpang
- Stasiun Tulungagung: 9.130 penumpang
Data ini menunjukkan distribusi penumpang di wilayah Daop 7 Madiun. KAI terus memantau perkembangan volume penumpang di setiap stasiun untuk mengoptimalkan pelayanan dan memastikan kelancaran perjalanan.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memantau ketersediaan tiket secara berkala melalui aplikasi Access by KAI. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Contact Center KAI di telepon 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan perjalanan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan nyaman.