Kapolri Tinjau Layanan Lebaran di Bandara Soetta, Lonjakan Penumpang Capai 4,9 Persen
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan layanan Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan lonjakan penumpang hingga 4,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin beserta pejabat Angkasa Pura, telah meninjau langsung layanan dan keamanan bagi pemudik Lebaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu, 29 April 2024. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik selama periode mudik Lebaran. Kunjungan ini menjawab pertanyaan Apa yang dilakukan, Siapa yang terlibat, Di mana lokasi, Kapan waktunya, Mengapa penting, dan Bagaimana pelaksanaannya dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik di Bandara Soetta.
Dalam peninjauannya, Kapolri mengevaluasi dan berinteraksi langsung dengan para penumpang pesawat. Ia memastikan seluruh aspek layanan dan keamanan berfungsi dengan baik. "Kami telah melakukan evaluasi dan berinteraksi dengan para penumpang pesawat untuk memastikan seluruh aspek pelayanan dan keamanan berjalan dengan baik," ujar Kapolri. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa pengamanan dan layanan yang diberikan kepada para pemudik di Bandara Soetta berjalan lancar dan aman sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan kesiapan pihak terkait dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran. Kapolri juga mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang hingga 4,9 persen dibandingkan periode mudik tahun lalu, menjadikan Bandara Soetta sebagai salah satu pilihan transportasi utama dengan tujuan terbanyak ke Kualanamu (Medan).
Lonjakan Penumpang dan Rute Tersibuk
Berdasarkan data dari InJourney, jumlah penumpang di Bandara Soetta mengalami peningkatan sekitar 4,9 persen dibandingkan periode mudik tahun lalu. "Terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 4,9 persen dibandingkan periode mudik tahun 2023. Ini menjadi salah satu pilihan transportasi utama, dengan tujuan terbanyak ke Kualanamu (Medan)," kata Kapolri. Data tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalur udara sebagai moda transportasi mudik.
Selain Medan, beberapa kota tujuan terpopuler lainnya berdasarkan data InJourney meliputi Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, Palembang, dan Pontianak. Tingginya jumlah penumpang yang menuju kota-kota tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Hal ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam merencanakan dan mengelola transportasi publik di masa mendatang.
Peningkatan jumlah penumpang ini menuntut kesiapan yang maksimal dari seluruh pihak terkait, termasuk pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan pihak keamanan. Koordinasi yang baik antar lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan layanan terbaik kepada para pemudik.
Optimalisasi Layanan dan Pengaturan Arus Penumpang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa peningkatan pada sistem dan fasilitas layanan penumpang penerbangan selama periode mudik Lebaran ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah reorganisasi arus penumpang di Terminal 1B dan 2F Bandara Soetta. Langkah ini bertujuan untuk mengelola potensi kepadatan di bandara.
Dengan reorganisasi tersebut, diharapkan dapat mengurangi kepadatan yang sering terjadi di Terminal 3, meskipun jumlah penumpang meningkat selama periode mudik. "Alhasil, kepadatan yang sering terjadi di Terminal 3 dapat berkurang signifikan meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang selama mudik," jelas Menhub. Inovasi dan strategi pengelolaan bandara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Selain itu, berbagai upaya lain seperti peningkatan jumlah petugas, penambahan fasilitas, dan optimalisasi sistem keamanan juga dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para penumpang. Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Secara keseluruhan, peninjauan yang dilakukan oleh Kapolri dan jajarannya menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.