Kemenag Papua Barat Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan 1446 H
Kemenag Papua Barat mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadhan 1446 H untuk menciptakan suasana ibadah yang kondusif dan damai, menghargai keberagaman serta memperkuat moderasi beragama.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Imbauan ini disampaikan di Manokwari pada Jumat, 28 Februari 2025. Ramadhan, menurutnya, merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa, dan membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan tenteram.
Jems menekankan pentingnya partisipasi aktif umat beragama lain dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah puasa. "Umat beragama lain kiranya dapat menghormati dan menghargai umat Islam yang menjalankan puasa," katanya. Hal ini penting untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Papua Barat.
Ia menambahkan bahwa keberagaman suku, adat, budaya, dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dirawat. Kemenag sendiri, lanjut Jems, terus menggalakkan moderasi beragama sebagai upaya memperkuat nilai-nilai agama yang moderat dan saling menghargai.
Menjaga Toleransi dan Persatuan dalam Kemajemukan
Menjaga toleransi dan saling menghargai antar umat beragama, menurut Jems, sama halnya dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan masyarakat. Hal ini menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana Ramadhan yang damai dan penuh keberkahan.
Lebih lanjut, Jems berharap umat Muslim di Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat memanfaatkan bulan Ramadhan 1446 H untuk introspeksi diri. Momen ini dapat digunakan untuk mengevaluasi sikap dan perilaku selama sebelas bulan sebelumnya, serta meningkatkan kualitas ibadah dan amal kebaikan.
Dengan menjalankan ibadah puasa dan beramal saleh, umat Muslim diharapkan dapat merefleksikan makna Islam sebagai rahmatan lil alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Hal ini mencakup menjaga hubungan baik dengan Tuhan Yang Maha Esa dan sesama manusia.
Imbauan Persiapan Ramadhan
Jems juga mengajak seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, baik secara spiritual maupun fisik. Kesadaran untuk menjaga kamtibmas selama bulan suci ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang khusyuk dan tenang bagi seluruh masyarakat.
Kemenag Papua Barat akan terus berupaya aktif dalam mendorong terciptanya suasana yang kondusif selama Ramadhan. Kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lancar dan penuh ketenangan.
Selain itu, Kemenag juga akan melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan ibadah selama Ramadhan, seperti pengajian, ceramah, dan kegiatan sosial lainnya. Semua kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali silaturahmi antar umat beragama.
Moderasi Beragama sebagai Pilar Kebersamaan
Pentingnya moderasi beragama kembali ditekankan dalam imbauan ini. Moderasi beragama diyakini sebagai kunci utama dalam menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Papua Barat. Dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan, diharapkan dapat tercipta suasana yang damai dan harmonis bagi seluruh masyarakat.
Kemenag Papua Barat berharap agar imbauan ini dapat dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan. Kerja sama yang baik antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman, damai, dan penuh keberkahan.
Dengan demikian, bulan Ramadhan 1446 H di Papua Barat diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga bulan Ramadhan tahun ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Papua Barat.