Kirmir Ambruk di Pasar Ancol Bandung, Diskar PB Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menangani ambruknya kirmir di Pasar Ancol; diduga karena struktur fondasi yang lemah, bukan hujan.

Sebuah kejadian ambruknya kirmir atau tanggul penahan bibir sungai terjadi di Pasar Ancol, Kota Bandung pada Minggu malam, 23 Februari 2024. Kejadian ini ditangani oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah pedagang terpaksa dievakuasi untuk keamanan.
Menurut Kasi Tanggap Darurat dan Logistik Diskar PB Kota Bandung, Roby Darwan, ambruknya kirmir kemungkinan besar bukan disebabkan oleh hujan deras. Ia menduga, struktur fondasi kirmir yang sudah lemah menjadi penyebab utama kejadian tersebut. "Kami saat ini masih melakukan asesmen terlebih dahulu untuk memastikan penyebab kejadian ini. Hasil asesmen akan kami teruskan ke dinas terkait," jelas Roby kepada ANTARA di Bandung, Senin.
Pihak Diskar PB telah melakukan asesmen awal untuk menilai kondisi kirmir yang ambruk. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini tetap menjadi perhatian serius mengingat lokasinya yang dekat dengan bantaran sungai. Roby mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tetap waspada dan menjauhi area tersebut, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Dugaan Kerusakan Struktur dan Kesaksian Warga
Asesmen awal menunjukkan indikasi kuat bahwa ambruknya kirmir disebabkan oleh lemahnya struktur bangunan, bukan karena faktor cuaca. Hal ini diperkuat oleh kesaksian Yudi, warga setempat, yang menyatakan bahwa kejadian ambruk terjadi dua kali, yaitu siang dan malam hari sekitar pukul 19.00 WIB pada Minggu, 23 Februari 2024. "Kata pedagang di lokasi, kejadian itu dua kali. Siang dan malam. Nah, siang itu baru sedikit, malamnya baru jadi lebar kayak gitu," ujar Yudi.
Yudi menambahkan bahwa pada saat kejadian, hujan tidak terlalu deras dan debit air sungai juga tidak tinggi. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa penyebab utama ambruknya kirmir adalah kondisi struktur bangunan yang sudah tidak kokoh lagi. "Kalau hujan atau air sepertinya tidak. Ini (mungkin) karena bangunannya," tambahnya.
Diskar PB Kota Bandung menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati di sekitar lokasi kejadian. Area tersebut dinilai rawan karena dekat dengan bantaran sungai, dan potensi bahaya masih ada mengingat kondisi kirmir yang sudah ambruk.
Proses asesmen lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan kejadian serupa di masa mendatang. Hasil asesmen tersebut akan disampaikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti.
Imbauan Kewaspadaan dan Langkah Selanjutnya
Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur, khususnya di area yang berpotensi bahaya seperti bantaran sungai. Pemerintah Kota Bandung perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur serupa untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.
Diskar PB Kota Bandung menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk menghindari area sekitar kirmir yang ambruk guna mencegah potensi kecelakaan. Langkah-langkah perbaikan dan pengamanan area tersebut akan segera dilakukan setelah proses asesmen selesai.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan merawat infrastruktur publik agar tetap aman dan berfungsi dengan baik. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga.
Proses investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya kirmir dan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan keselamatan warganya.