KTT Asia Tengah-Uni Eropa di Uzbekistan: Tonggak Sejarah Baru Kerja Sama Regional
KTT Asia Tengah-Uni Eropa pertama di Uzbekistan menandai babak baru kerja sama regional, meningkatkan potensi ekonomi dan kemitraan strategis antara kedua kawasan.

Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, menginisiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Tengah-Uni Eropa pertama yang akan diselenggarakan di Samarkand, Uzbekistan pada 4 April 2025. KTT bersejarah ini menandai langkah signifikan dalam peningkatan hubungan dan kerja sama antara Asia Tengah dan Uni Eropa, merupakan buah dari pertemuan kepala negara Asia Tengah dan Presiden Komisi Eropa pada tahun 2022.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh keinginan Uzbekistan untuk memperkuat integrasi regional di Asia Tengah dan melihat potensi kerja sama yang besar dengan Uni Eropa. Presiden Mirziyoyev sendiri menyatakan apresiasinya terhadap dukungan Uni Eropa terhadap aspirasi Asia Tengah untuk mencapai keterbukaan, kemakmuran, dan kekuatan kawasan. Beliau menekankan pentingnya kesamaan tujuan antara Uni Eropa dan Asia Tengah dalam membangun kawasan yang bersatu, dinamis, dan siap untuk kemitraan yang setara.
KTT ini diharapkan dapat membuka peluang luas bagi kedua kawasan, baik di bidang ekonomi, investasi, maupun kemanusiaan. Kerja sama bilateral antara Uzbekistan dan Uni Eropa juga akan semakin menguat, ditandai dengan kesiapan penandatanganan Kesepakatan Kemitraan dan Kerja Sama yang Diperkuat (EPCA) yang telah dirundingkan sejak 2018.
Penguatan Kerja Sama Multisektoral
Sebelum KTT, telah terjalin dialog politik dan kerja sama konstruktif antara Asia Tengah dan Uni Eropa di berbagai sektor. Kerja sama ini mencakup bidang digitalisasi, pengembangan energi, ekonomi, dan perdagangan. Pertemuan tingkat menteri dan dialog tingkat tinggi secara rutin dilakukan untuk membahas isu politik dan keamanan.
Uzbekistan memandang KTT ini sebagai pengakuan atas peran negara tersebut dalam mendorong integrasi Asia Tengah dan memperkuat kolaborasi dengan Uni Eropa. Penguatan integrasi regional di Asia Tengah dinilai akan meningkatkan potensi kerja sama dengan Uni Eropa secara signifikan.
Uni Eropa sendiri telah memperbarui rencana strategi Asia Tengah pada 2019, yang mencakup kerangka kebijakan baru untuk kerja sama antara kedua kawasan. Hal ini menunjukkan komitmen Uni Eropa untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara di Asia Tengah.
Kesepakatan EPCA dan Harapan untuk Masa Depan
Kesepakatan EPCA yang akan ditandatangani merupakan kerangka kerja sama bilateral baru antara Uzbekistan dan Uni Eropa. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua pihak. Proses perundingan yang telah berlangsung selama beberapa tahun menunjukkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Dengan terselenggaranya KTT ini, diharapkan akan tercipta dasar yang kuat untuk penguatan kerja sama ekonomi, investasi, dan kemanusiaan. Peluang perdagangan juga akan semakin terbuka lebar bagi negara-negara di Asia Tengah dan Uni Eropa. KTT ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk implementasi inisiatif bersama dalam pembangunan berkelanjutan, stabilitas, dan kemakmuran kedua kawasan.
Pemilihan Samarkand sebagai tuan rumah KTT juga memiliki makna simbolis, mengingat kota tersebut merupakan kota bersejarah yang kaya akan budaya dan sejarah. Hal ini menunjukkan komitmen Uzbekistan untuk menjadi jembatan penghubung antara Asia Tengah dan Uni Eropa.
Secara keseluruhan, KTT Asia Tengah-Uni Eropa di Uzbekistan menandai tonggak sejarah baru dalam hubungan kedua kawasan. KTT ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas dan mendalam di berbagai sektor, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bagi seluruh negara yang terlibat.